Dapur Kasih: Pelayanan Makan Gratis yang Hangatkan Kebersamaan di Teras Gereja
- 22 Mei 2026 12:35 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Pelayanan makan siang gratis “Dapur Kasih” menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial gereja GKI Gatot Subroto Purwokerto kepada masyarakat. Program yang rutin digelar setiap dua minggu sekali ini terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan makan siang, mulai dari tukang becak, pemulung, pedagang kecil, hingga masyarakat umum.
Pelayanan tersebut bermula dari kegiatan berbagi makanan saat bulan puasa yang dilakukan Komisi Dewasa Gereja. Kegiatan itu awalnya hanya diadakan satu tahun sekali selama bulan Ramadan.
Namun, dalam persidangan majelis GKI Gatot Subroto tahun 2015, muncul gagasan agar pelayanan berbagi makanan tidak hanya dilakukan setahun sekali. Dari situlah lahir konsep Dapur Kasih yang menghadirkan makan bersama di teras gereja.
“Yang menjadi unik di sini bahwa kami bukan berbagi makanan dibungkus atau didus kemudian dibagi, tetapi kami menggelar makanan di teras gereja dan semua berbaur untuk bisa dinikmati bersama-sama,” ujar Padmawati, pengelola Dapur Kasih GKI Gatot Subroto Purwokerto.
Pelayanan yang resmi dimulai pada 17 April 2015 itu awalnya hanya menggunakan lima kilogram beras atau sekitar 50 porsi makanan. Kini, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 15 kilogram beras dalam sekali pelayanan karena antusiasme masyarakat yang semakin besar.
Seluruh kegiatan Dapur Kasih berjalan secara mandiri melalui donasi jemaat dan simpatisan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang, tetapi juga bahan makanan seperti beras, telur, minyak, sayuran, hingga bumbu dapur.
Dalam proses persiapannya, para relawan bergotong royong sejak pagi untuk memasak berbagai menu makanan. Suasana kebersamaan dan sukacita menjadi hal yang paling dirasakan selama pelayanan berlangsung.
“Setiap kami melakukan pelayanan ini adalah momen yang betul-betul membahagiakan dan menyenangkan, tidak ada yang terbebani,” kata Padmawati.
Melalui pelayanan ini, gereja ingin menunjukkan bahwa kesaksian pelayanan tidak hanya dilakukan lewat ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata kepada sesama. Dapur Kasih pun diharapkan terus menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat yang membutuhkan. (Dwinanda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....