Dibuka Wapres Gibran di Bali, Tanwir II Dorong Generasi Muda Berdampak

  • 25 Mei 2026 13:10 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah resmi membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 yang digelar di Bali pada 21–23 Mei 2026. Kegiatan strategis nasional tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti.

Pembukaan Tanwir II turut didampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Sejumlah tokoh nasional dan pejabat publik juga hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar, Wakil Gubernur Bali, akademisi, hingga perwakilan organisasi kepemudaan lintas iman dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar Untuk Indonesia Jaya”, forum Tanwir II menjadi momentum konsolidasi arah gerakan Pemuda Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan sosial, politik, ekonomi, hingga transformasi generasi muda Indonesia. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan organisasi kepemudaan tidak boleh kehilangan akar sosial di tengah perkembangan zaman dan dinamika digital saat ini.

“Jangan sampai organisasi sibuk membangun panggung, tapi lupa membangun kader. Kita tidak butuh gerakan yang hanya ramai di media sosial, tetapi sepi di cabang dan ranting,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Fikar itu mengatakan Pemuda Muhammadiyah harus hadir di tengah persoalan nyata generasi muda, mulai dari kampus, desa, masjid, hingga ruang-ruang sosial masyarakat. “Pemuda Muhammadiyah harus mengakar ke bawah, hadir di denyut persoalan anak muda, masuk ke kampus, desa, masjid, komunitas, dan ruang-ruang tempat rakyat sedang berjuang menghadapi hidup,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan dan pendidikan, tetapi juga krisis arah, ketimpangan akses, serta menurunnya keberanian moral dalam ruang publik. Ia menilai pertumbuhan organisasi harus diiringi dengan peningkatan kapasitas kader agar mampu menjadi intelektual, penggerak sosial, entrepreneur, politisi, hingga pemimpin masa depan yang berpihak pada rakyat.

“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang membaca zaman sekaligus mempengaruhi arah peradaban. Mengakar ke bawah supaya paham realitas rakyat, dan bertumbuh ke depan supaya mampu memimpin Indonesia. Itu spirit Tanwir kali ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sambutannya mengajak generasi muda untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi lintas elemen bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Karena itu saya berpesan sekali lagi, anak-anak muda harus saling bergandengan tangan,” ujar Gibran disambut tepuk tangan audiens.

Ia kemudian secara resmi membuka kegiatan Tanwir II PP Pemuda Muhammadiyah. “Dan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Tanwir II PP Pemuda Muhammadiyah saya nyatakan dibuka,” katanya.

Pada momentum pembukaan Tanwir II tersebut, PP Pemuda Muhammadiyah juga meluncurkan buku berjudul Negarawan Muda Indonesia karya Dzulfikar Ahmad Tawalla. Buku itu disebut lahir dari kegelisahan terhadap minimnya ruang kaderisasi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan etika pengabdian.

Melalui Tanwir II, Pemuda Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dakwah Islam berkemajuan di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kebudayaan, hingga kebangsaan agar tetap relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....