Anak Amanah Allah, Pendidikan Dimulai Dari Kandungan
- 21 Mei 2026 21:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program siaran Cahaya Pagi yang disiarkan Pro 4 RRI pada Kamis, 21 Mei 2026, mengangkat tema “Mempersiapkan Anak Sejak di Kandungan”. Dalam kesempatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sambikerep, Kemenag Kota Surabaya, Mustar, S.Ag, menjelaskan pentingnya pendidikan anak sejak berada dalam rahim ibu menurut perspektif Islam.
Menurut Mustar, pendidikan dalam Islam adalah proses mempersiapkan manusia untuk mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi. “Manusia diciptakan Allah dengan potensi dan kemampuan belajar yang membedakannya dari makhluk lain,” ujarnya saat dialog berlangsung.
Ia menekankan bahwa pendidikan anak tidak dimulai setelah lahir, melainkan sejak dalam kandungan. Salah satu dasar rujukannya adalah Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 172, yang menjelaskan kesaksian manusia terhadap keesaan Allah SWT sebelum lahir ke dunia.
Mustar juga menjelaskan proses penciptaan manusia menurut Al-Qur’an, terbagi dalam dua tahap: penciptaan manusia pertama dan keturunan Nabi Adam AS. “Keturunan manusia diciptakan dari air mani yang bercampur dengan ovum, kemudian ditempatkan di rahim seorang perempuan,” jelasnya.
Pertumbuhan dan perkembangan janin, lanjut Mustar, dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keturunan, gizi, hingga kondisi emosional ibu. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga amanah yang diberikan Allah melalui anak yang dikandung.
“Anak menurut pandangan Islam adalah amanah. Orang tua wajib menjaga dan memenuhi hak-haknya sejak masih dalam kandungan,” tuturnya.
Mustar menambahkan bahwa kondisi fisik dan psikis ibu sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Hal-hal positif maupun negatif yang dialami ibu akan memengaruhi bayi karena keduanya merupakan satu kesatuan fisiologis. “Jika ibu mengalami gangguan emosional yang serius atau penyakit berat, hal itu juga akan memengaruhi kondisi janin,” ujarnya.
Pendidikan anak dalam kandungan, menurut Mustar, dapat dilakukan melalui interaksi tidak langsung antara orang tua dan calon bayi. Lingkungan keluarga yang harmonis dan religius menjadi faktor penting dalam membentuk kepribadian anak di masa depan.
Ia mengingatkan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, namun lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter. “Fitrah anak akan berkembang baik apabila tumbuh di lingkungan yang mendukung dan positif,” katanya.
Dalam siaran tersebut, Mustar memaparkan beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil, di antaranya menjauhi makanan haram, menghindari maksiat dan dosa, serta menjaga kestabilan emosi. “Seorang ibu hamil hendaknya menjaga perilaku, emosi, dan pola hidupnya karena semua itu berdampak langsung terhadap janin yang dikandungnya,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....