BPOM Banyumas Gelar Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa di Cilongok

  • 21 Mei 2026 16:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Banyumas menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Desa (KPD) di Aula Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) yang bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjamin pangan aman hingga tingkat rumah tangga.

Kegiatan diikuti oleh Tim Keamanan Pangan Desa dan kader dari Desa Langgongsari, Desa Kalisari, dan Desa Melung, serta melibatkan unsur pemerintah desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas, serta Puskesmas Cilongok 2. Dalam bimtek tersebut peserta mendapatkan materi mengenai pedoman pelaksanaan desa pangan aman, 5 kunci keamanan pangan, pencegahan dan penanganan keracunan pangan, hingga pencegahan stunting.

Sambutan Kepala Balai POM di Banyumas, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Rahmat Hidayat selaku ketua tim GKPD menyampaikan bahwa Gerakan Keamanan Pangan Desa merupakan langkah strategis Badan POM dalam membangun budaya sadar pangan aman di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pengawasan pangan, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. “Melalui program ini, desa diharapkan mampu membangun budaya sadar pangan aman, yang dimulai dari rumah tangga, pelaku UMKM, pasar, hingga lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam arahannya tersebut, ditekankan pula pentingnya peran kader sebagai garda terdepan keamanan pangan desa. Para kader diharapkan mampu melakukan edukasi kepada masyarakat, mengawasi rantai pangan mulai dari bahan baku hingga penyajian, serta menjadi mitra pemerintah dan Balai POM dalam mengenali dan mencegah potensi adanya pangan yang tidak aman di lingkungan desa.

Selama sesi berlangsung, peserta juga mendapatkan praktik langsung untuk melakukan uji cepat pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya, yakni Formalin, Boraks dan Pewarna Tekstil (Rhodamin-B dan Methanyl Yellow). Melalui kegiatan bimtek tersebut, Balai POM di Banyumas berharap para kader mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman, sehat, dan higienis. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendukung upaya penurunan angka stunting dan mewujudkan desa mandiri pangan aman di Kabupaten Banyumas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....