Lokakarya Pangan Lokal Unila Libatkan Mahasiswa Internasional
- 21 Mei 2026 11:25 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tim Harvest Universitas Lampung menggelar lokakarya sistem pangan lokal melalui Sustainable Awareness Day atau SAD #2 Tahun 2026 di Desa Bumijaya dan Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung pada 9 hingga 10 Mei 2026 dengan melibatkan mahasiswa lintas jurusan dan mahasiswa magang asal Prancis.
Lokakarya tersebut menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa bersama petani dan praktisi pertanian. Peserta mempelajari sistem pangan melalui praktik di lahan pertanian organik, sawah konvensional, dan kebun pertanian alami.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unila. Kegiatan juga diikuti dua mahasiswa magang dari ENTPE Lyon, Prancis.
“Ini menjadi kegiatan yang penting bagi para mahasiswa untuk menjembatani antara teori dan praktik lapangan langsung di dalam komunitas petani,” ujar Koordinator Lokakarya, Fuad Abdulgani, Kamis, 21 Mei 2026.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tinggal bersama warga desa selama dua hari satu malam. Pengalaman itu membuat mahasiswa memahami kehidupan sosial masyarakat petani secara langsung.
Peserta juga mengikuti kegiatan panen dan memasak bersama kelompok perempuan tani di Desa Bumijaya. Aktivitas tersebut memberi pemahaman terkait hubungan pertanian, budaya, dan kehidupan masyarakat desa.
“Agroekosistem menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pertanian,” ucap Direktur Wonder Farm Natural, Sevagus Waskita Cahya.
Pada hari kedua, peserta mengunjungi kawasan sawah dan kebun pertanian alami di Desa Way Gelam. Mereka mempelajari tantangan pertanian modern seperti penggunaan pupuk kimia, perubahan iklim, hingga pentingnya kerja sama antarpetani.
Kegiatan tersebut menjadi bagian komitmen Universitas Lampung dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan berbasis pengalaman lapangan. Lokakarya itu juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, petani, dan masyarakat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....