Dindik Babel Minta Guru non-ASN Tetap Fokus Mengajar

  • 18 Mei 2026 13:32 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Dindik Babel menunggu kebijakan dari pusat terkait penghapusan status guru non-ASN pada akhir 2026

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta para guru non-ASN tetap melakukan aktivitas mengajar seperti biasanya.

Hal itu menyusul adanya kebijakan penghapusan status guru non-ASN pada akhir 2026.

“Kita ingin membantu semua kawan-kawan guru tetap fokus mengajar, bertugas seperti biasanya layani anak didik, ajarkan mereka, didik mereka,” kata Plt Kepala Disdik Babel, Saipul Bakhti, Senin 17 Mei 2026.

Menurut Sauful, terkait persoalan ini adalah masalah semuanya, pemerintah dalam hal ini tentu akan mencari solusi atau tidak akan tinggal diam.

“kita masih menunggulah kita masih menunggulah kebijakan-kebijakan,” katanya.

Di Provinsi Bangka Belitung, ada 51 orang guru SMA/SMK/SLB non ASN yang dibiayai dana bantuan oprasional sekolah (BOS) dan 146 yang dibiayai dari sumbangan orang tua atau wali melalui komite sekolah.

Sementara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan guru non-ASN tetap dapat mengajar sementara. Kepastian itu tertuang dalam Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan surat edaran melindungi guru non-ASN. Pemerintah daerah juga mendapat kepastian memperpanjang penugasan guru sementara.

“Surat edaran dibuat untuk memberikan ketenangan bagi guru non-ASN. Mereka tetap bisa mengajar sampai Desember 2026,” kata Nunuk melalui live instagram @nunuksuryani, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurutnya, banyak pemerintah daerah sempat ragu memperpanjang penugasan guru honorer. Keraguan muncul setelah aturan penghapusan status non-ASN diterapkan pemerintah pusat.

Meski demikian, lanjut dia, Kemendikdasmen kemudian berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB terkait kebutuhan guru sekolah negeri. Langkah itu dilakukan agar proses pembelajaran tidak terganggu kekurangan tenaga pengajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....