Pelaku Usaha Kuliner Mulai Tinggalkan LPG Subsidi di Sampang

  • 18 Mei 2026 12:13 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Sejumlah pelaku usaha kuliner di Kabupaten Sampang mulai meninggalkan penggunaan LPG subsidi 3 kilogram dan beralih ke Bright Gas nonsubsidi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah agar penyaluran LPG subsidi lebih tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu.

Owner Kaldu Kokot Kramat Sampang, Zahra, menjadi salah satu pelaku usaha yang ikut menukarkan tabung LPG 3 kilogram miliknya dalam program penukaran yang digelar Pemkab Sampang. Meski mendukung kebijakan tersebut, ia berharap harga Bright Gas tidak memberatkan pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami tetap minta agar sedikit diturunin harga Bright Gas supaya tetap terjangkau. Karena semua owner itu tidak enak kalau harus menaikkan harga jual, takut pelanggan merasa keberatan,” ujarnya, Senin 18 Mei 2026.

Menurut Zahra, kenaikan harga gas dapat berdampak langsung terhadap omzet usaha kuliner karena daya beli masyarakat ikut menurun.

“Alhamdulillah semakin gas naik maka semakin jualan tambah sepi, jadi repot ke kita juga. Kami mohon perhatiannya supaya gas tetap terjangkau,” tambahnya.

Selain Kaldu Kokot Kramat, sejumlah pelaku usaha lain seperti Bebek Songkem Pak Salim dan Rumah Makan Sultan juga ikut menukarkan tabung LPG subsidi mereka ke Bright Gas.

Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri, menjelaskan bahwa program penukaran berlangsung selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Mei 2026.

“Kegiatan digelar setiap hari pukul 09.00–14.00 WIB di sisi barat Taman Bunga, tepat di depan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Jalan Jamaluddin 1A,” terangnya. Ia menegaskan bahwa penggunaan Bright Gas oleh pelaku usaha diharapkan dapat menjaga ketersediaan LPG subsidi agar tetap tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....