BPOM Bengkulu Edukasi Ibu Hamil-Menyusui Cegah Resistensi Antibiotik

  • 18 Mei 2026 11:52 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu berama Dinas Keehatan Kota Bengkulu meluncurkan program GEN-AMR SAFE (Generational Antimicrobial Resistance Safety Program) bagi kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan menyusui, di Posyandu Mawar, Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Senin 18 Mei 2026. Program ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan antibiotik yang tidak tepat sekaligus mencegah ancaman resistensi antimikroba (AMR) yang kini menjadi perhatian serius di bidang kesehatan.

Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, menjelaskan peluncuran GEN-AMR SAFE merupakan tindak lanjut komitmen BPOM dalam mendukung program nasional pengendalian resistensi antimikroba. Menurutnya, penggunaan antibiotik secara sembarangan di masyarakat telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

“Resistensi antibiotik ini sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu kami hadir langsung ke masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia untuk memberikan edukasi. Harapannya, masyarakat lebih sadar bahwa antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan,” ujar Kodon.

Ia menambahkan, program ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bengkulu melalui kebijakan pengawasan peredaran antibiotik agar tidak diperjualbelikan bebas tanpa pengawasan tenaga medis. “Sekarang tugas kita adalah mengedukasi masyarakat dari bawah agar kebijakan ini berjalan selaras dari pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat,” tuturnya.

Kodon menyoroti kebiasaan swamedikasi atau pengobatan sendiri yang masih banyak dilakukan masyarakat. Termasuk penggunaan antibiotik seperti ampisilin dan tetrasiklin hanya karena gejala ringan seperti demam.

“Selama ini masyarakat sering membeli antibiotik sendiri tanpa resep dokter. Bahkan obat sering dibagikan antar sesama. Ini berbahaya dan dapat menyebabkan resistensi. Karena itu kader posyandu diharapkan menjadi perpanjangan informasi kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Program GEN-AMR SAFE disebut tidak berhenti pada peluncuran semata. Balai POM dan Dinas Kesehatan akan memperluas edukasi ke seluruh posyandu di wilayah Kota Bengkulu dan Provinsi Bengkulu secara bertahap. Kodon berharap terbentuk generasi yang lebih sadar terhadap penggunaan antibiotik, sehingga risiko resistensi antimikroba dapat ditekan sejak dini melalui edukasi berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Dalam pembukaannya Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, menegaskan obat dapat menjadi racun apabila digunakan tidak sesuai aturan dan diagnosis medis. “Kalau obat digunakan tepat dosis dan tepat penyakit, itu menyembuhkan. Tapi kalau sembarangan, justru bisa menjadi racun,” kata Neli.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para kader posyandu, untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar tentang pentingnya penggunaan obat yang rasional. Edukasi penggunaan antibiotik harus berdasarkan resep dokter, bukan berdasarkan pengalaman pribadi

“Jangan merasa mengobati diri sendiri itu benar. Pengetahuan medis harus berdasarkan tenaga kesehatan. Kader harus membantu menyampaikan edukasi ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jalan Gedang, Ns Eli Susanti, mengapresiasi inovasi BPOM yang dinilai sangat membantu masyarakat dalam memahami penggunaan antibiotik secara tepat. “Dengan edukasi seperti ini, masyarakat semakin paham bahwa pengobatan harus sesuai dengan penyakit dan rekomendasi dokter agar tidak terjadi resistensi antibiotik,” tutur Eli.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Jalan Gedang telah terintegrasi melalui kegiatan posyandu, termasuk cek kesehatan gratis untuk seluruh kelompok usia mulai dari balita hingga lansia. Bahkan pelayanan juga mencakup pembagian porsi makan bergizi gratis bagi ibu hamil, menyusui, dan balita non Paud.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara BPOM Bengkulu dan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi penggunaan obat yang benar, pencegahan resistensi antimikroba, serta peningkatan literasi keamanan pangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....