Hari Buku Nasional Tingkatkan Minat Baca Generasi Muda

  • 17 Mei 2026 16:48 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Setiap tanggal 17 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Buku Nasional sebagai momentum meningkatkan budaya literasi dan minat baca di tengah perkembangan era digital. Peringatan ini pertama kali ditetapkan pada tahun 2002 oleh Menteri Pendidikan saat itu, Abdul Malik Fadjar.

Hari Buku Nasional dipilih bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980. Pemerintah saat itu berharap peringatan tersebut mampu mendorong masyarakat lebih dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di berbagai daerah, peringatan Hari Buku Nasional diisi dengan beragam kegiatan literasi, mulai dari bazar buku murah, diskusi pendidikan, hingga gerakan membaca bersama di sekolah maupun perpustakaan.

Salah seorang warga Tolitoli, Rahmawati (28), mengatakan keberadaan Hari Buku Nasional menjadi pengingat pentingnya membaca di tengah dominasi media sosial saat ini.

“Sekarang orang lebih banyak melihat gawai dibanding membaca buku. Hari Buku Nasional mengingatkan kita bahwa membaca tetap penting untuk menambah wawasan dan membangun pola pikir,” ujarnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa di Tolitoli, Andika Pratama, yang menilai budaya membaca perlu terus dibangun sejak usia dini.

“Kalau minat baca meningkat, kualitas pendidikan juga akan ikut berkembang. Buku tetap menjadi sumber ilmu yang tidak tergantikan,” katanya.

Peringatan Hari Buku Nasional diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya generasi yang lebih kritis, kreatif, dan berpengetahuan luas di tengah derasnya arus informasi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....