Ibu-Ibu Rentan Korban Penipuan Digital
- 17 Mei 2026 11:04 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan 65 persen masyarakat Indonesia menerima percobaan penipuan digital. Demikian dikatakan Dosen Universitas BSI Pontianak, Wanty Eka Jayanti, saat memberikan edukasi bertajuk jurus jitu tangkal SMS/Telepon tipu-tipu, lindungi data, amankan keluarga, Sabtu, 16 Mei 2026.
“Penipuan dengan iming-iming SMS hadiah palsu, telepon dari kantor polisi gadungan, hingga kiriman file APK berkedok undangan pernikahan atau kurir paket yang bisa menguras isi rekening kita, ini sudah banyak korbannya,” ucap Wanty.
Dari data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan 65 persen masyarakat Indonesia menerima percobaan penipuan digital. Penipuan itu berbagai macam modus dan tak sedikit korbannya.
Menurutnya, ibu-ibu merupakan benteng pertahanan keluarga. Jika ibu sudah paham cara menjaga data pribadi, maka suami, anak-anak bahkan tetangga sekitar akan ikut terlindungi. Dengan memiliki imunitas digital maka ke depan ibu-ibu tidak akan goyah oleh iming-iming hadiah dan tidak panik saat diancam melalui telepon.
Di tempat sama Ketua Forum Pena Digital Alfia Alhadi mengatakan kegiatan edukasi bertajuk Puan Bijak Digital ini menggandeng Indosat sebagai salah satu jejaring pelayanan telekomunikasi besar di Indonesia.
Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi, proteksi sekaligus advokasi kepada para peserta. Dengan demikian ketika terdapat penipuan digital ibu-ibu sudah paham modus itu. Kemudian ketika ada penipuan diharapkan ibu-ibu juga bisa melapor jika ada indikasi penipuan. Mudah-mudahan setelah mendapatkan edukasi kejahatan digital, para peserta dapat mensosialisasikan informasi ini kepada orang-orang terdekat.
| Baca juga: Dua Rumah Warga di Jalan Tebu Ludes Terbakar |
Head of Branch Sales Im3 Pontianak Rivaldi Prasetyo Amanda mengingatkan agar berhati-hati terhadap kejahatan digital. Menurutnya kejahatan digital berbagai macam modus. Paling bahaya saat ini adalah deepfake.
Menurutnya kejahatan deepfake ini sudah sangat rapi cara kerjanya. Bahkan kejahatan ini bisa meniru wajah sampai suara yang sangat mirip. Ketika sudah menjadi korban modus ini, mungkin kerugiannya bisa berbagai macam. Mulai dari materi, data pribadi hingga hal lainnya.
Oleh sebab itu, kejahatan digital mesti dipahami dan harus tahu cara menangkalnya. Mudah-mudahan dengan adanya edukasi ini ke depan ibu-ibu peserta dapat lebih menyaring setiap informasi yang diterima. Baik itu melalui SMS, WA dan lainnya.
Baca juga: Waspada Modus Penipuan Digital Sasar Kalangan Ibu-Ibu
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....