DPRD Bali Dorong Penguatan Anggaran Penanganan Sampah

  • 16 Mei 2026 15:13 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Permasalahan pengelolaan sampah di Bali kembali menjadi sorotan. DPRD Bali menilai penanganan sampah harus diperkuat mulai dari proses pemilahan di rumah tangga hingga dukungan anggaran pemerintah daerah.

Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Suyasa menyoroti masih lemahnya sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir di Bali. Menurutnya, proses pemilahan sampah dari rumah tangga belum berjalan optimal karena masih ditemukan sampah terpilah yang kembali dicampur saat pengangkutan.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat upaya pengelolaan sampah menjadi tidak efektif. DPRD Bali pun berencana melakukan verifikasi ulang terhadap pengumpul sampah serta menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Lingkungan Hidup untuk membahas berbagai kendala di lapangan.

“ Saya dengar tadi ada sampah yang sudah terpilah itu ternyata digabung jadi satu di mobil truk. Jadi kan sama aja bohong itu, nanti kembali nyampur di sana,” ujarnya.

Selain persoalan teknis, DPRD Bali juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran dalam penanganan sampah. Menurut Suyasa, pengelolaan sampah membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah daerah agar penanganan krisis sampah di Bali dapat berjalan maksimal.

Ia menyebut anggaran untuk Dinas Lingkungan Hidup pada 2026 mulai mengalami pergeseran dan pada 2027 akan lebih difokuskan untuk program pengolahan sampah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung berbagai program penanganan sampah berkelanjutan.

“ Masalah anggaran itu menjadi masalah yang paling krusial. Kita DPR akan dorong nanti supaya fokusnya ke pengolahan sampah,” katanya.

Suyasa juga mendukung program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah di Bali. Selain itu, ia menilai pengolahan sampah berbasis rumah tangga juga perlu diperkuat untuk mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.

DPRD Bali berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dapat mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Pulau Dewata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....