Sinergi Warga dan Teknologi: Kelurahan Rorotan menuju Kawasan Bebas Sampah
- 15 Mei 2026 19:19 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, kini tengah bertransformasi menjadi role model nasional dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Melalui dedikasi para kader lingkungan dan dukungan teknologi pengolahan sampah modern, wilayah ini berupaya memutus rantai ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ibu Nani Darsonowati dan Ibu Tina, kader Gerakan Pemilahan Sampah (GPS) RW 07 Rorotan, mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan program ini terletak pada edukasi yang konsisten dan ketersediaan fasilitas yang memadai.
Urgensi Fasilitas Bank Sampah
Meski telah dicanangkan sebagai wilayah percontohan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta Pj Gubernur DKI Jakarta, warga Rorotan masih mengharapkan dukungan infrastruktur yang lebih permanen. Ibu Nani menekankan pentingnya pengadaan lokasi Bank Sampah yang representatif.
"Kami memulai dari titik nol, mencari donatur dan bantuan CSR secara mandiri. Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi lokasi Bank Sampah yang tetap agar warga memiliki tempat penimbangan yang jelas dan terorganisir," ujar Nani, ketika ditemui RRI Jakarta 15 Mei 2026.
RDF: Solusi Teknologi untuk Masalah Lokal
Kehadiran fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan juga menjadi pilar penting dalam pengelolaan sampah. Meski awalnya menuai pro dan kontra terkait aroma yang dihasilkan, para kader aktif memberikan pemahaman kepada warga.
"Kami sampaikan ke warga bahwa bau itu berasal dari sampah yang kita hasilkan sendiri. RDF ini adalah solusi agar sampah tidak menumpuk dan bisa diolah menjadi energi. Kami mengedukasi masyarakat dengan bahasa sehari-hari agar lebih mudah diterima," tambah Ibu Tina.
Filosofi Sampah: Tanggung Jawab Seumur Hidup
Dalam proses edukasinya, para kader GPS Rorotan menggunakan pendekatan filosofis untuk menyentuh hati masyarakat. Mereka mengingatkan bahwa setiap manusia menghasilkan sampah mulai dari lahir hingga tutup usia.
"Tanpa kita sadari, kita hidup berdampingan dengan sampah setiap hari. Sekecil apa pun itu, adalah tanggung jawab kita. Kami ingin warga sadar bahwa memilah sampah bukan hanya tugas pemerintah, tapi kewajiban setiap individu sebagai penghasil sampah," jelas Ibu Nani.
Mulai dari Diri Sendiri
Harapan besar disematkan bagi keberlanjutan program ini. Warga Rorotan diajak untuk merasakan manfaat lingkungan yang bersih bagi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menularkan kebiasaan positif tersebut ke orang lain.
"Rasakan dulu manfaatnya untuk lingkungan rumah kita. Jika kita sudah merasakan hasilnya, semangat untuk memilah sampah akan menular secara alami ke tetangga dan lingkungan yang lebih luas. Mari mulai dari diri sendiri, sekarang juga," pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong dan kesadaran akan ekonomi sirkular, Kelurahan Rorotan optimis dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi bagi seluruh masyarakatnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....