Yakop Kareth Ajak Warga Maluku Tetap Menjaga dan Pererat Ikatan Persaudaraan

  • 15 Mei 2026 16:20 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,Sorong- Setiap tanggal 15 Mei, Ikatan Keluarga Maluku Kota Sorong memperingati Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura yang ke-209 di Tanah Papua Barat Daya, ini sebagai simbol untuk mengenang peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1817, sebagai warga Maluku di perantauan, patut melaksanakan peringatan ini bersuka cita dengan membawa obor ditangan dan menampilkan berbagai atraksi disepanjang jalan menuju Tembok Berlin Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya.

Pada kegiatan tersebut Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu yang diwakili oleh Sekda Provinsi Papua Barat Daya, Yakop Kareth secara resmi membuka acara tersebut dengan menyulut api obor yang sudah disediakan oleh panitia pelaksana, Jumat 15 Mei 2026.

Pada kesempatan itu Yakop Kareth menyampaikan bahwa Kapitan Pattimura yang memiliki nama asli Thomas Matulessy, merupakan lambang perjuangan rakyat melawan ketidakadilan penjajahan, dimana Thomas Matulessy berjuang dengan gagah berani melawan penindasan yang terjadi di Maluku, pada tahun 1817, itu menjadi bukti nyata bahwa semangat cinta tanah air tidak akan pernah padam. Seperti halnya obor, yang hanya padam jika bahan bakarnya habis atau sengaja dipadamkan, dengan semangat, obor akan terus menyala, bahkan sampai Tuhan menentukan waktunya.

“Semangat, keberanian, dan keteguhan hati yang dimiliki Pattimura, telah membimbing rakyatnya bersatu melawan penjajah, semata-mata untuk mempertahankan hak hidup, harga diri, dan kebebasan bangsanya. Pada perjuangannya terdapat tiga nilai luhur yang sangat berharga dan diwarisikan, yakni nilai keberanian, persatuan dan pengorbanan, yang rela mengorbankan jiwa dan raganya, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang,”ucapnya.

Lanjut Yakop, Inilah warisan terbesar yang ditinggalkan oleh Thomas Matulessy, tidak hanya untuk rakyat Maluku, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia, dan hari peringatan ini dilaksanakan serentak baik di tanah kelahirannya maupun di perantauan, sebagai tanda bahwa semangatnya tetap hidup.

“Dalam budaya Maluku, kita mengenal dua lambang yang sangat bermakna, yaitu Parang dan Salawaku, yang berarti parang melambangkan keberanian dan Salawaku, atau perisai, melambangkan perlindungan, persatuan, dan kehormatan, yang menjadi pelindung bagi nilai-nilai kemanusiaan, nilai adat, nilai budaya, dan rasa cinta kita kepada tanah air Indonesia,”tuturnya.

Untuk itu Yakop mengajak kepada seluruh warga Maluku yang ada di Papua Barat Daya agar terus menjaga dan mempererat ikatan persaudaraan yang sudah terjalin, mari hidup dalam kebersamaan guna mewujudkan semangat gotong royong, dan menjadi bagian yang baik dari masyarakat di rantauan dengan mengedepankan toleransi antar umat beragama dan semangat nasionalisme.

“Pattimura tua-tua, tetap hidup dalam semangat persatuan bangsa”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....