Kakanwil Kemenag Sulteng Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Toleransi Beragama
- 15 Mei 2026 14:08 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar diskusi bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) tentang kerukunan yang dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulteng, pengurus FKUB, serta tokoh lintas agama, Kamis 15 Mei 2026.
Kegiatan yang dikemas santai namun sarat makna ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat persatuan dan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan menanamkan nilai moderasi beragama.
Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Junaidin, yang hadir sebagai pembicara utama menegaskan bahwa kerukunan bukan berarti menyeragamkan keyakinan, melainkan membangun kehidupan yang damai di tengah perbedaan.
“Kerukunan adalah sikap saling menghormati, memahami, dan menjaga satu sama lain meskipun berbeda suku, agama, budaya, maupun pandangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kerukunan umat beragama saat ini menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama melalui Asta Protas, sebagai upaya menjaga keutuhan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Junaidin juga mengapresiasi peran FKUB yang dinilai strategis dalam merawat harmoni di Sulawesi Tengah. FKUB dinilai mampu menjadi jembatan dialog, melakukan pendekatan humanis, serta mendeteksi dini potensi konflik di tengah masyarakat.
“FKUB telah menjadi ruang bersama bagi tokoh agama untuk duduk bersama, berdialog, dan menyelesaikan persoalan secara damai,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa kuatnya kerukunan di Sulawesi Tengah tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, termasuk melalui program Berani Berkah yang mendorong penguatan nilai spiritualitas menuju Sulteng Nambaso.
Mengakhiri kegiatan, Junaidin berharap diskusi NGOPI tidak berhenti sebagai wacana, tetapi mampu melahirkan komitmen nyata dalam menjaga toleransi dan menjadikan kerukunan sebagai budaya hidup masyarakat.
“Kerukunan harus terus dirawat agar tercipta kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....