Hantavirus dan pentingnya Kebersihan Lingkungan

  • 14 Mei 2026 10:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Penyebaran hantavirus menjadi perhatian masyarakat setelah meningkatnya informasi mengenai penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Dalam program dialog interaktif Makassar Menyapa Pagi PRO1 RRI Makassar edisi Kamis, 14 Mei 2026, Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyebaran virus tersebut.

Dalam dialog tersebut, Prof. Ridwan menerangkan bahwa hantavirus merupakan penyakit yang berasal dari virus yang dibawa oleh tikus dan dapat menular kepada manusia melalui urin, kotoran, maupun air liur hewan pengerat yang telah mengering dan bercampur dengan udara. Ia menegaskan bahwa lingkungan yang kotor dan banyak sampah menjadi tempat ideal berkembangnya populasi tikus.

“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru, tetapi masyarakat perlu memahami cara penularannya. Penularan paling sering terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi kotoran atau urin tikus,” jelas Prof. Ridwan.

Ia juga menjelaskan bahwa gejala hantavirus pada manusia dapat menyerupai flu biasa pada tahap awal, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Namun dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius yang berpotensi membahayakan jiwa apabila terlambat ditangani.

Menurut Prof. Ridwan, langkah pencegahan paling efektif dimulai dari kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Ia mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan area rumah, menutup saluran atau lubang yang dapat menjadi jalan masuk tikus, serta memastikan makanan tersimpan dengan baik agar tidak mengundang hewan pengerat datang ke permukiman warga.

“Kebersihan lingkungan itu sangat penting. Jangan membiarkan sampah menumpuk terlalu lama karena itu bisa menjadi sumber makanan tikus. Semakin banyak tikus di lingkungan kita, maka resiko penularan penyakit juga meningkat,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati saat membersihkan area yang diduga menjadi sarang tikus. Prof. Ridwan menyarankan agar menggunakan sarung tangan dan masker ketika membersihkan gudang, loteng, atau ruangan lama yang jarang digunakan. Ia juga mengingatkan agar tidak langsung menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.

Prof. Ridwan berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga lewat perilaku hidup bersih dan sehat. “Edukasi mengenai penyakit berbasis lingkungan seperti ini penting agar masyarakat mampu melakukan pencegahan sejak dini demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi semua,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....