Implementasi ProKlim Banyumas Tingkatkan Ketahanan Hadapi Perubahan Iklim

  • 13 Mei 2026 15:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat implementasi Program Kampung Iklim atau ProKlim sebagai upaya meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim. Program tersebut dijalankan melalui berbagai aksi adaptasi dan mitigasi berbasis komunitas di tingkat desa dan kelurahan.

Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda (PELHI) DLH Kab. Banyumas, R. Stephanus Sigit, menyebutkan bahwa perubahan iklim telah memicu berbagai ancaman seperti banjir, longsor, kekeringan, hingga gagal panen. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui aksi nyata pengendalian lingkungan.

“Program ProKlim di Banyumas bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian perubahan iklim. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam melakukan adaptasi dan mitigasi secara berkelanjutan,” katanya.

Pelaksanaan ProKlim di Kabupaten Banyumas mengacu pada sejumlah regulasi dari pemerintah pusat hingga daerah. Salah satunya adalah Peraturan Bupati Banyumas Nomor 43 Tahun 2023 tentang Program Kampung Iklim di Kabupaten Banyumas.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas juga menggandeng sejumlah pihak dalam mendukung pelaksanaan ProKlim. Kolaborasi dilakukan bersama perguruan tinggi UNSOED, dinas terkait, hingga kelompok masyarakat melalui program Kuliah Kerja Lapang dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Berbagai kegiatan adaptasi dilakukan dalam ProKlim, seperti pengendalian banjir, longsor, dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Sementara itu, aksi mitigasi mencakup pengelolaan sampah, penggunaan energi terbarukan, hingga perlindungan tutupan vegetasi.

Untuk memperluas pemahaman masyarakat, DLH Banyumas rutin menggelar sosialisasi dan pendampingan kepada calon lokasi ProKlim. Kegiatan tersebut juga mengajarkan tata cara pengisian data melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim atau SRN PPI.

DLH Banyumas turut menghadirkan inovasi digital bernama GOLETI EMAS atau Google dan Linktree ProKlim Banyumas. Platform tersebut menyediakan informasi mengenai lokasi ProKlim, video kegiatan, materi edukasi, hingga formulir usulan kegiatan masyarakat.

Hingga tahun 2025, jumlah lokasi ProKlim di Kabupaten Banyumas tercatat mencapai 91 lokasi yang tersebar di 22 kecamatan dan 89 desa atau kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 lokasi masuk kategori Madya, 37 kategori Utama, dan satu lokasi berhasil meraih kategori Lestari.

Implementasi ProKlim di Banyumas dinilai memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Pemerintah daerah berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun budaya peduli lingkungan dan rendah emisi karbon. (Azra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....