Jalan Situjuah Amblas Mirip Sinkhole Isolasi Ribuan Warga

  • 13 Mei 2026 15:16 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi: Hujan deras mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota sejak Selasa malam, 12 Mei 2026. Ruas jalan kabupaten Situjuah Ladang Laweh-Batas Batu Sangkar amblas membentuk lubang besar mirip sinkhole parah.

Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky meninjau lokasi amblas di kawasan Lokuak Pangorangan pagi. Ia menemukan akses jalan satu-satunya menuju Nagari Situjuah Ladang Laweh sudah tidak bisa dilewati kendaraan sama sekali.

"Jalan kabupaten ini tak hanya amblas berlubang mirip sinkhole tapi juga tertimbun material longsor," tegas Fajar Rillah Vesky. Akibatnya enam ratus kepala keluarga dengan dua ribu jiwa warga terisolasi, sekolah libur, ekonomi nyaris lumpuh total.

Fajar meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tanggap darurat untuk menangani longsor, banjir, dan tanah amblas. Penanganan meliputi kaji cepat lokasi, evakuasi warga, pembersihan material, hingga pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi secara mandiri cepat.

Jika dampak bencana meluas dan dana operasional terbatas, pemerintah daerah diminta menetapkan status tanggap darurat bencana. Status itu melegalkan penggunaan dana tak terduga APBD 2026 serta mobilisasi bantuan dari berbagai pihak terkait bencana.

Nagari Tungkar juga terdampak bencana hidrometeorologi sehingga warga mengungsi ke tempat lebih aman sejak Rabu dini hari. Sementara sungai Batang Sandir yang bermuara ke Batang Agam Payakumbuh meluap merendam lahan pertanian dan merusak lubuk ikan.

Pemerintah nagari terdampak sedang mendata kerusakan dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi beruntun di wilayah. Laporan dari nagari dan camat harus menjadi perhatian serius pemda dalam menyusun respons penanganan darurat cepat.

Fajar mendorong pemerintah menjalankan penanganan bencana dari hulu ke hilir secara komprehensif, bukan respons parsial reaktif. Penanganan sporadis hanya akan memperparah kondisi dan membuat masyarakat terus menjadi korban bencana setiap musim hujan tiba.

Banyak pakar lingkungan menyebut bencana hidrometeorologi di Limapuluh Kota berkaitan dengan ekosistem dan anomali iklim global. Oleh karena itu diperlukan mitigasi berkelanjutan serta penanganan jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags
Video

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....