Akses Putus 2000 Warga Limapuluh Kota Terisolasi Bencana

  • 13 Mei 2026 15:10 WIB
  •  Bukittinggi

Limapuluh Kota Diterjang Longsor Sinkhole Isolasi Warga

RRI.CO.ID, Bukittinggi: Hujan deras mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota sejak Selasa sore , 12 Mei 2026. Bencana longsor, banjir, dan tanah amblas merusak sejumlah nagari hingga Rabu dini, 14 Mei 2026.

Anggota DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky meninjau langsung lokasi longsor di Nagari Situjuah Ladang Laweh pagi. Ia menemukan akses jalan utama amblas membentuk sinkhole besar dan tertimbun material longsor sehingga memutus jalur keluar masuk.

"Kita minta pemda segera melakukan langkah tanggap darurat mulai dari kaji cepat lokasi dan kerusakan bencana," tegas Fajar. Evakuasi, pembersihan lokasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga pengungsi harus segera dilaksanakan tanpa penundaan oleh pemerintah daerah setempat.

Sinkhole di Situjuah Ladang Laweh membuat enam ratus kepala keluarga dengan dua ribu jiwa warga terisolasi total. Pemerintah daerah diminta menetapkan status tanggap darurat agar dana tak terduga APBD 2026 dapat digunakan secara legal.

Fajar Vesky meminta pemerintah daerah tidak ragu mengerahkan bantuan jika dana operasional petugas penanganan bencana terbatas. Penetapan status darurat melegalkan mobilisasi bantuan lintas instansi dan mempercepat distribusi logistik kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi.

Nagari Tungkar juga mengalami bencana hidrometeorologi sehingga warga mengungsi ke lokasi lebih aman sejak Rabu pagi. Sementara sungai Batang Sandir yang bermuara ke Batang Agam Payakumbuh meluap merendam areal pertanian dan merusak lubuk ikan.

Pemerintah nagari terdampak sedang mendata kerusakan dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi beruntun di wilayah. Laporan dari nagari dan camat harus menjadi perhatian serius pemda dalam menyusun rencana penanganan darurat secara cepat.

Fajar mendorong pemerintah menjalankan penanganan bencana dari hulu ke hilir secara komprehensif, bukan sekadar respons reaktif. Penanganan parsial dan sporadis tidak akan menyelesaikan akar masalah yang menyebabkan bencana hidrometeorologi terjadi berulang setiap tahun.

Banyak pakar lingkungan menyebut bencana hidrometeorologi di Limapuluh Kota berkaitan dengan ekosistem dan anomali iklim global. Oleh karena itu diperlukan mitigasi berkelanjutan serta penanganan jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....