Pemkot Jakpus Gencarkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Tangga
- 13 Mei 2026 13:50 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menggencarkan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya atau rumah tangga. Upaya ini dilakukan guna menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin mengatakan, perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan rumah tangga. Menurutnya, masyarakat perlu mengubah kebiasaan membuang sampah secara bercampur menjadi memilah berdasarkan jenisnya.
“Pemilahan dan pengolahan sampah ini harus betul-betul bisa terrealisasi, bisa berjalan di sumbernya. Dalam hal ini di setiap rumah tangga masing-masing,” ujar Arifin.
Ia menilai selama ini masih banyak masyarakat yang menganggap sampah bukan menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kesadaran warga dalam mengelola sampah perlu terus dibangun.
“Ini harus merubah cara kita, budaya kita, kebiasaan-kebiasaan kita. Yang pada awal sebelumnya mungkin buang sampah semua bercampur dan merasa seolah-olah itu sampah bukan tanggung jawabnya,” katanya.
Arifin menjelaskan, setiap rumah tangga diharapkan mulai memilah sampah organik, anorganik, dan residu menggunakan tempat yang berbeda agar memudahkan proses pengolahan selanjutnya.
“Yang pertama dari rumah tangga sebagai sumber sampah itu sendiri harus sudah dilakukan pemilahan. Sampah organiknya di tempat organik, yang anorganik-anorganik, yang residu-residu,” ucapnya.
Selain pemilahan dari rumah, pengolahan sampah juga diminta berjalan di tingkat RT dan RW. Sampah anorganik diarahkan untuk dikelola melalui bank sampah, sementara sampah organik dapat diolah menggunakan komposter maupun budidaya maggot.
“Semua bank sampah harus berjalan, di tingkat RT, di tingkat RW, di sekolah, termasuk di tempat-tempat usaha. Kemudian sampah organiknya harus bisa dituntaskan di situ,” kata Arifin.
Arifin berharap sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan dapat berjalan optimal. Sehingga sampah yang dikirim ke TPA nantinya hanya berupa residu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....