Berani Donor Jadi Solusi Krisis Stok Darah di Sulteng

  • 12 Mei 2026 20:27 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID TOLITOLI - Masih banyak pasien di rumah sakit yang harus menelan pil pahit karena jadwal operasinya tertunda. Penyebabnya klasik namun fatal: ketersediaan stok darah yang menipis. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Unit Donor Darah (UDD) Sulawesi Tengah, Dr. Muhammad Nasir, dalam dialog interaktif bersama RRI TOlitoli Jumat, (8/5/2026). Dalam pemaparannya, Nasir menyoroti bahwa empati bukan sekadar kata-kata, melainkan aksi nyata yang bisa menyelamatkan nyawa orang yang bahkan tidak kita kenal.

Untuk memutus rantai kekurangan stok darah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui PMI telah mencanangkan gerakan "Berani Donor". Nasir menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar program musiman, melainkan upaya untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.

"Donor darah itu unik. Kalau terjadi bencana gempa, kita menyumbang uang tapi tidak tahu siapa yang pakai. Tapi dengan donor darah, kita membantu saudara kita di rumah sakit secara langsung. Kita tidak tahu siapa yang pakai, apa sukunya, atau apa agamanya. Inilah puncak keikhlasan," ujar Nasir.

Memahami kendala jarak dan waktu yang sering dikeluhkan masyarakat, Nasir mendorong penguatan unit transfusi di tiap daerah. Salah satu strategi yang ditekankan adalah penggunaan Mobil Unit Donor Darah.

Dibandingkan hanya menunggu pendonor datang ke rumah sakit, Nasir menyarankan agar petugas aktif turun ke lapangan, seperti ke gerai-gerai di tempat olahraga atau pusat keramaian. Hal ini terbukti efektif menarik minat warga yang awalnya hanya sekadar lewat, lalu tergerak hatinya setelah melihat proses donor yang ternyata mudah dan tidak menakutkan.

Menutup pemaparannya, Nasir memberikan kutipan yang menggugah: "Setetes darah adalah sejuta harapan. Menolong dengan hati, bergerak untuk kemanusiaan."

Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tengah untuk tidak lagi ragu. Baginya, memastikan tidak ada lagi pasien yang tertunda operasinya adalah tugas bersama antara PMI dan masyarakat sebagai penyambung nafas sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....