Tiap Tahun 2.000 Santri Khatam Al-Qur’an, Tali Asih Konsisten Disalurkan
- 12 Mei 2026 18:03 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya mengapresiasi para penghafal Al-Qur’an dengan menyalurkan tali asih atau bisyaroh bagi santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Setiap tahun, sekitar 2.000 santri khatam Al-Qur’an di Jawa Tengah mendapat perhatian melalui program yang dibiayai dari APBD tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyerahkan tali asih kepada enam penghafal Al-Qur’an dalam Haflatyl Hidzaq atau Wisuda Tahfidh Pondok Pesantren Darul Qur’an Krandon, Kabupaten Kudus, Senin 11 Mei 2026. Penyerahan itu menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng menjaga semangat santri dalam menuntaskan hafalan kitab suci.
Taj Yasin mengatakan, khataman Al-Qur’an merupakan nikmat yang patut disyukuri sekaligus bentuk penghormatan bagi santri yang telah menjaga hafalan. Proses menghafal Al-Qur’an bukan sekadar capaian seremonial, tetapi bagian dari perjalanan panjang menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an.
“Setelah khatam, jangan berhenti. Hafalan itu harus dijaga,” ujar Taj Yasin. Para santri diingatkan agar terus melakukan murajaah atau mengulang hafalan agar tetap terjaga dengan baik.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menuturkan, kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, hingga ulama terdahulu. Mereka menjadikan bacaan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan jalan melembutkan hati.
“Kalau para ulama dan sahabat ingin hatinya tersentuh, yang didengarkan adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an dibaca, diresapi, lalu masuk ke dalam hati,” katanya.
Selain memberi motivasi, Gus Yasin menegaskan tali asih merupakan bentuk perhatian nyata Pemprov Jateng kepada para penghafal Al-Qur’an. Program tersebut tidak membedakan asal daerah santri selama telah menyelesaikan hafalan 30 juz.
“Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyaroh setiap anak sebesar Rp1 juta,” ujar Taj Yasin.
Pada wisuda tahfidh di Ponpes Darul Qur’an Krandon Kudus, enam penerima bisyaroh terdiri atas Wahyu Indra Maulana asal Pati, Shihab Labib Ruwaifi Iswandy asal Muko-Muko, Bengkulu, dan Roihan Muhammad Iqbal Farid asal Kudus. Selain itu, bantuan juga diterima Ahmad Syauqi Muhammad asal Probolinggo, Jawa Timur, Mochamad Hakiki asal Semarang, serta Ahmad Bayu Al Azhar asal Jepara.
Sepanjang 2025, jumlah penerima tali asih tercatat mencapai 1.041 santri dengan total bantuan sekitar Rp1,041 miliar. Taj Yasin berharap program yang dijalankan bersama Gubernur Ahmad Luthfi itu membawa keberkahan bagi anggaran daerah sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Acara Haflatyl Hidzaq Ponpes Darul Qur’an Krandon Kudus turut dihadiri sejumlah tokoh ulama, di antaranya Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, KH M Ulil Albab Arwani, dan KH Abdul Muiz. Dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah tamu undangan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....