Cegah Virus Nipah, Masyarakat Diimbau Tidak Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar

  • 12 Mei 2026 16:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bintuhan – Masyarakat Kabupaten Kaur dimbau untuk wasapada terhadap penyebaran penyakit menular. Salah satu penyakit yang harus diwasapadai yakni virus nipah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Sapuan Ilyas mengatakan virus nipah merupakan virus zoonosis. Artinya virus yang berasal dari hewan dan dapat menular kepada manusia.

“Kita harus selalu wasapada dengan penyakit-penyakit menular yang bisa kapan saja menyerang kita. Salah satu yang harus kita waspadai ialah virus nipah.” katanya.

Hewan yang menularkan virus ini adalah kelelawar pemakan buah. Virus nipah menyebar melalui beberapa jalur utama yakni :

  1. Hewan ke manusia

Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar buah dan babi. Peternak babi dan orang yang sering berinteraksi dengan hewan berisiko tinggi terinfeksi.

  1. Makanan terkontaminasi

Mengonsumsi produk makanan yang terpapar cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti nira kelapa mentah yang dikumpulkan di dekat habitat kelelawar atau buah-buahan yang digigit kelelawar.

  1. Manusia ke manusia

Kontak erat dengan cairan tubuh (darah, urin, air liur, atau cairan pernapasan) dari orang yang terinfeksi. Penularan ini sering terjadi di lingkungan rumah sakit atau keluarga.

Maka dari itu masyarakat diminta untuk tidak memakan buah bekas gigitan kelelawar. Serta tidak mengkonsumsi daging kelelewar.

“Bagi sebagian masyarakat memakan buah bekas gititan hewan adalah yang biasa, karena mereka menilai buah itu adalah buah yangpaling manis. Padahal itu tindakan salah, karena berpotensi tertular virus nipah,” ujarnya.

Virus Nipah ini memiliki karakteristik khusus yang dapat menjadi ancaman serius bila tidak dicegah dan ditangani sejak dini. Meski kasusnya jarang ditemukan, namun virus nipah memiliki tingkat keparahan yang tinggi dan dapat menyebar melalui kontak erat.

Gejala virus ini mirip dengan flu, Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, nyeri tenggorokan, dan tubuh terasa lemas. Jika infeksi memburuk, virus dapat menyerang organ vital seperti otak dan paru-paru.

“Kalau gejala virus nipah ini sulit ditebak ya, karena dia mirip dengan flu. Tapi jika kondisi parah virus ini bisa menyebabkan infeksi pernapasan hingga radang otak yang mematikan,” ucapnya.

Sampai saat ini belum ditemukan kasus infeksi virus nipah terjadi di Indonesia. Namun, masyarakat tetap harus waspada, hal ini dikarenakan belum ada obat atau vaksin untuk pengobatan infeksi virus nipah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....