Kebakaran Jakarta Didominasi Korsleting Listrik dan Kelalaian Warga

  • 12 Mei 2026 16:01 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus kebakaran di Jakarta masih didominasi oleh hubungan arus pendek listrik dan kelalaian masyarakat dalam penggunaan instalasi listrik rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.

Analis Kebakaran Ahli Muda dan Penyuluh Lapangan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Puryantoro, mengatakan sekitar 60 hingga 70 persen penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Menurutnya, penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar menjadi faktor utama terjadinya kebakaran di kawasan permukiman.

“Sekitar 60-70 persen penyebab kebakaran tertinggi oleh hubungan pendek arus listrik. Karena penggunaan instalasi listriknya tidak standar,” ujar Puryantoro dalam dialog di RRI Pro 1 Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penggunaan kabel yang tidak sesuai kapasitas serta penumpukan colokan listrik dalam satu terminal sering memicu arus berlebih atau overload. Kebiasaan menggunakan satu stop kontak untuk memasak air, memasak nasi, dan mengisi daya telepon genggam secara bersamaan dinilai sangat berbahaya.

Selain itu, Puryantoro juga menyoroti masih banyaknya praktik sambungan listrik ilegal di kawasan permukiman padat penduduk. Menurutnya, kondisi tersebut banyak ditemukan di sejumlah wilayah Jakarta dengan tata bangunan yang kurang tertata.

“Kadang-kadang masyarakat ini masih banyak mempergunakan sambungan listrik ilegal,” katanya.

Puryantoro mengingatkan masyarakat agar tidak panik ketika kebakaran mulai terjadi. Ia meminta warga segera melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR sebelum api membesar.

Menurutnya, masyarakat saat ini dianjurkan memiliki APAR sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025. Alat tersebut dinilai penting untuk menangani api pada lima menit pertama kebakaran.

“Konsep APAR itu diciptakan sebagai alat pemadaman tahap awal. Golden time-nya di lima menit pertama,” ucapnya.

Ia menyarankan masyarakat menggunakan APAR jenis dry chemical powder atau bubuk kimia kering. Jenis tersebut dinilai paling efektif karena mampu memadamkan api akibat benda padat, cair, gas, hingga logam.

Puryantoro juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran APAR palsu. Ia menyebut pembelian APAR kini dapat dilakukan melalui toko daring terpercaya untuk menghindari penipuan.

Selebihnya, ia turut menjelaskan langkah penyelamatan ketika seseorang terjebak kepungan asap saat kebakaran. Menurutnya, asap merupakan penyebab utama korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran.

“Yang membunuh korban, utamanya adalah asap,” kata Puryantoro.

Ia mengimbau masyarakat segera menuju tangga darurat apabila berada di gedung bertingkat. "Jika asap sudah memenuhi ruangan, segera berjalan merangkak sambil menutup hidung dan menggunakan kain agar terhindar dari paparan asap beracun," jelasnya.

Puryantoro menambahkan, masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 saat menghadapi situasi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya. Ia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk lebih mengutamakan pencegahan demi keselamatan jiwa dan harta benda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....