BPBD Jatim Siapkan Antisipasi Hadapi Kemarau Ekstrim
- 12 Mei 2026 16:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur berupaya mengantisipasi cuaca panas ekstrim dengan menyediakan beberapa layanan kesiapsiagaan bencana yang dapat mungkin terjadi di Jawa Timur. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto kepada RRI mengatakan beberapa antisipasi telah dilakukan diantaranya mencegah kegagalan distribusi pengairan ke sektor-sektor penting di masyarakat.
“Kami telah lakukan beberapa antisipasi khususnya pada sistem irigasi, karena tentu ancaman kekeringan ini sangat berdampak pada kelangsungan pertanian, lebih tepatnya pada aspek ketahanan pangan,” ucap Gatot.
Pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jatim telah berkoordinasi untuk melakukan pengecekan serta perbaikan pada tanggul dan waduk yang mengalami kerusakan di beberapa wilayah. “Kemarin kita sudah berkoordinasi dengan PU Pengairan untuk melakukan normalisasi dan perbaikan pada tanggul dan waduk yang rusak di beberapa wilayan di Jawa Timur,” ujarnya.
Hal tersebut dilakukan sesuai dengan instruksi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa guna mengantisipasi terjadinya gagal panen akibat kegagalan sistem irigasi yang dapat mengancam program ketahanan pangan di wilayah Jatim. “Karena sistem irigasi ini penting sekali, kita antisipasi betuk karena sangat menungkinkan potensi terjadinya kekeringan pada musim kemarau ekstrim ini, ini juga sesuai instruksi bu Gubernur,” ucapnya.
Lebih lanjut pihaknya juga telah menyiapkan berbagai alat pendukung untuk mengantisipasi potensi ancaman kebakaran hutan. Termasuk juga fasilitas Dropping Air Bersih ke titik-titik rawan krisis air bersih.
“Lalu kita juga memaksimalkan alat-alat pendukung yang kami miliki untuk menghadapi potensi kebakaran hutan, dan juga perhatian kami fokuskan ke Dropping Air Bersih ke wilayah-wilayah yang kita pantau berpotensi krisis air bersih,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga membentuk Unit Tim Reaksi Cepat (TRC), kerjasama dengan Dinas Kehutanan Jatim, serta berkolaborasi dengan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk bekerja bersama dalam potensi terjadinya bencana kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....