Bawaslu Buol Gelar Kemah Literasi Digital untuk Gen Z

  • 12 Mei 2026 09:00 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Suasana kemah di Tanjung Dako, Kabupaten Buol, dimanfaatkan sebagai ruang belajar demokrasi dan literasi digital bagi generasi muda. Melalui kegiatan bertajuk Kemah Pengawasan Literasi Digital, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buol bersama Dewan Kerja Cabang Pramuka Kabupaten Buol menghadirkan edukasi interaktif terkait pengawasan partisipatif di era digital.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 35 anggota Dewan Kerja Cabang Pramuka Kabupaten Buol dengan konsep camping edukatif dan interaktif. Para peserta mendapatkan materi mengenai bahaya hoaks, disinformasi, hingga praktik politik uang yang marak terjadi di ruang digital, terutama menjelang momentum demokrasi.

Selain diskusi dan penyampaian materi, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan outbound dan penguatan kepemimpinan. Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong menjadi generasi muda yang aktif, kritis, dan mampu berkolaborasi dalam menjaga kualitas demokrasi.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Tolitoli, Muh. Taufik saat diwawancara RRI mengatakan kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi perkembangan ruang digital yang semakin kompleks.

“Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan kapasitas, terkhusus Gen Z, terhadap ruang-ruang digital yang semakin kompleks, terlebih menuju Pemilu 2029 nanti,” ujar Taufik.

Menurutnya, konsep kemah dipilih agar peserta dapat belajar dalam suasana yang lebih santai namun tetap edukatif. Dengan metode interaktif, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya pengawasan partisipatif serta memiliki kesadaran untuk melawan penyebaran informasi palsu di media digital.

Muh. Taufik menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas berkemah, tetapi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sadar akan pentingnya demokrasi dan pengawasan di ruang digital. “Kegiatan ini bukan hanya tentang kemah saja, namun bagaimana membangun generasi yang sadar menjadi pengawas partisipatif di ruang digital,” katanya. Ia menambahkan, program serupa akan kembali dilaksanakan pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....