PII Jatim Tanam Ribuan Mangrove
- 11 Mei 2026 11:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Sontoh Laut, Surabaya Barat, Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.
Aksi penanaman mangrove dilaksanakan bersama konsorsium Penyelenggara Program Studi Profesi Insinyur Indonesia (PSPPI), organisasi kemasyarakatan, dan Terminal Petikemas Surabaya. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Wilayah PII Jawa Timur yang digelar di Malang.
Sejumlah perguruan tinggi turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Katolik Widya Mandala. Keterlibatan akademisi dinilai penting untuk memperkuat penerapan teknologi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Ketua PII Jawa Timur, Gentur Prihantono mengatakan, profesi insinyur tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan melalui inovasi dan teknologi yang berkelanjutan. “Insinyur tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga harus menjaga kelestarian alam melalui teknologi dan inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan pesisir Sontoh Laut dipilih karena menjadi bagian dari ekosistem Teluk Lamong yang memiliki fungsi penting sebagai pelindung daratan dari abrasi dan intrusi air laut. Kawasan tersebut juga menjadi penyangga bagi aktivitas pelabuhan dan industri di wilayah Surabaya Barat dan sekitarnya.
Berdasarkan data kawasan, luas hutan mangrove di Teluk Lamong mencapai sekitar 400 hingga 500 hektare yang tersebar hingga wilayah perbatasan Surabaya dan Gresik. Keberadaan mangrove dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan industri dan pelabuhan.
PII Jawa Timur berharap penanaman 3.000 bibit mangrove tersebut dapat memperkuat kawasan hijau pesisir dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....