Dukung Konservasi, PLN EPI Hadirkan Rumah Bibit Mangrove Modern di Bunton

  • 11 Mei 2026 08:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Kawasan pesisir Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, mulai bertransformasi menjadi sentra pembibitan mangrove modern berbasis teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Agriculture hasil kolaborasi PT PLN (Persero) dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

Program yang dijalankan mulai awal Mei ini menghadirkan sistem pembibitan mangrove dengan dukungan listrik dan teknologi Internet of Things (IoT). Inovasi tersebut memungkinkan proses penyiraman bibit dilakukan secara otomatis dan dapat dipantau melalui telepon seluler.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan digitalisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pembibitan mangrove oleh masyarakat pesisir.

“Melalui program electrifying agriculture, kami ingin mendorong pengelolaan pembibitan mangrove yang lebih modern dan efisien. Pemanfaatan listrik serta sistem digital membuat proses pembibitan berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Menurut Mamit, teknologi otomatisasi itu juga membantu masyarakat mengurangi pekerjaan manual sehari-hari. Sistem penyiraman telah diatur mengikuti kondisi pasang surut air sehingga lebih hemat tenaga dan penggunaan air menjadi lebih efisien.

“Sekarang penyiraman tidak perlu dilakukan manual setiap hari. Sistemnya sudah otomatis dan cukup dipantau melalui HP,” katanya.

Tak sekadar mendukung modernisasi pertanian pesisir, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rehabilitasi lingkungan di wilayah pantai Bunton yang selama ini menghadapi ancaman abrasi cukup tinggi.

Keberadaan mangrove dinilai memiliki banyak manfaat, mulai dari menahan abrasi, menjaga habitat biota laut, hingga meningkatkan kualitas lingkungan pesisir. Bahkan, pengembangan kawasan mangrove juga diproyeksikan menjadi potensi wisata alam baru di Kecamatan Adipala.

“Harapannya pelestarian mangrove di pesisir Bunton semakin baik dan nantinya bisa berkembang menjadi kawasan wisata mangrove yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Mamit.

Sekretaris Camat Adipala, Subianto, menilai program tersebut memberi dampak positif bagi konservasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat desa.

“Kawasan pesisir Bunton selama ini memiliki tingkat abrasi cukup tinggi. Dengan adanya persemaian mangrove ini, hasil bibit nantinya dapat ditanam untuk memperkuat garis pantai sekaligus membuka peluang ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Wana Lestari, Jaban Sukarto, mengaku teknologi digital membuat pengelolaan rumah bibit menjadi lebih mudah dan teratur.

“Pekerjaan kami sekarang jauh lebih ringan. Bibit juga lebih terjaga kualitasnya karena penyiraman bisa dilakukan otomatis,” katanya.

Ia menambahkan, meningkatnya kawasan mangrove nantinya juga akan berdampak langsung terhadap ekosistem laut. Habitat ikan, udang, dan biota pesisir lainnya diyakini akan semakin berkembang sehingga memberi keuntungan bagi masyarakat nelayan.

Selain pembibitan, kelompok masyarakat juga mulai mengembangkan produk olahan mangrove seperti sirup, keripik, dodol, selai hingga sabun. Produk-produk tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.

Melalui program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) ini, PLN EPI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian ekosistem pesisir melalui inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....