Nelayan Cilincing Bertahan Hidup di Tengah Laut Tercemar
- 10 Mei 2026 09:45 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Pagi buta di pesisir Cilincing, deru mesin perahu nelayan terdengar lebih berat dari biasanya. Bukan hanya karena cuaca atau kondisi kapal, tetapi beban pikiran para nelayan yang kini harus melaut lebih jauh akibat pencemaran limbah dan sampah di Teluk Jakarta.
Sejak beberapa tahun terakhir, garis pantai di sekitar Cilincing dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga hingga serpihan limbah industri. Air laut yang dulunya jernih, kini berubah keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap. Kondisi ini memaksa nelayan untuk menghindari area tangkap dekat pantai dan berangkat lebih jauh ke tengah laut—yang otomatis meningkatkan biaya bahan bakar.
“Dulu dekat pantai saja sudah cukup untuk dapat ikan. Sekarang harus jauh ke tengah, kalau tidak, jaring cuma dapat sampah,” keluh salah satu nelayan setempat.
Menurut para nelayan, banyak limbah pabrik masih dibuang ke kawasan pesisir Teluk Jakarta tanpa pengawasan ketat. Mereka menilai kebijakan pemerintah belum menyentuh akar masalah, sehingga nelayan pesisir kembali menjadi pihak yang paling merasakan kerugian. Pendapatan menurun, biaya meningkat, sementara laut—sumber kehidupan mereka—kian rusak.
“Kadang kami merasa pemerintah lebih memihak industri daripada masyarakat pesisir,” ujar nelayan lain yang enggan disebut namanya.
Belum lagi persoalan reklamasi dan pembangunan pabrik di sekitar pesisir Jakarta Utara yang terus berjalan. Aktivitas tersebut dianggap mempersempit ruang hidup nelayan dan mengubah ekosistem laut secara drastis. Banyak nelayan menilai proyek-proyek besar itu tidak melibatkan mereka sebagai pihak yang terdampak langsung.
Di tengah berbagai tekanan ini, nelayan Cilincing tetap berusaha bertahan. Setiap hari mereka memacu perahu menuju laut lepas, berharap masih ada ruang bersih yang menyisakan ikan untuk ditangkap. Namun tanpa langkah tegas dari pemerintah dan pengelolaan sampah yang serius, harapan itu semakin hari terasa semakin jauh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....