ISKI Jatim Dorong Budaya Dialog dan Literasi Publik

  • 08 Mei 2026 21:13 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • ISKI Jawa Timur diminta aktif membangun budaya komunikasi dan literasi untuk memperkuat humanisasi, etika dialog, dan kualitas komunikasi publik.
  • Dr Suko Widodo menekankan pentingnya forum rutin komunikasi sebagai ruang diskusi, dokumentasi gagasan, dan penguatan pemikiran akademik.
  • Akademisi dan praktisi komunikasi didorong lebih produktif menulis agar ide, pengalaman, dan pemikiran tidak hilang begitu saja.
  • Komunikasi publik harus dibangun secara humanis, dengan kemampuan mendengar, menghormati lawan bicara, dan tidak memotong pembicaraan.
  • ISKI Jatim diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi dan praktisi untuk membangun tradisi komunikasi sehat serta memberi pencerahan publik

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia atau ISKI Jawa Timur, Dr Suko Widodo, mendorong ISKI Jatim lebih aktif membangun budaya komunikasi dan literasi di tengah masyarakat. Dorongan itu dinilai penting untuk memperkuat humanisasi, etika dialog, serta kualitas komunikasi publik.

Hal itu disampaikan Suko dalam kegiatan silaturahmi sarjana komunikasi se-Jawa Timur yang digelar di NG26 Cafe, Surabaya, Jumat 8 Mei 2026.

“Ini tugasnya bikin forum rutin soal komunikasi. Kita terlalu banyak bicara, tetapi sering tidak punya dokumentasi dan ruang diskusi yang kuat,” kata Suko.

Menurut Suko, kalangan akademisi dan praktisi komunikasi perlu lebih produktif menulis, berdiskusi, dan mendokumentasikan gagasan. Dokumentasi itu bisa dilakukan melalui buku, forum ilmiah, maupun ruang diskusi yang berkelanjutan.

Ia menilai banyak gagasan dan pengalaman akademik yang sebenarnya bernilai, tetapi tidak terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, gagasan tersebut mudah hilang dan tidak berkembang menjadi rujukan akademik maupun praktik komunikasi publik.

Suko juga menegaskan bahwa ilmu komunikasi tidak berdiri sendiri. Menurutnya, komunikasi berkembang dari berbagai disiplin keilmuan, mulai dari psikologi, sosiologi, media penyiaran, hingga praktik jurnalistik.

Dalam kegiatan yang dihadiri sarjana komunikasi dari berbagai latar profesi, seperti media, dosen, humas, psikolog, hingga pengusaha tersebut, Suko menekankan pentingnya komunikasi publik yang lebih humanis.

Ia menyebut komunikasi yang baik bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengar, menghormati lawan bicara, serta menjaga etika dalam berdialog.

“Anak-anak di Jepang diajarkan bagaimana berbicara dengan melihat mata lawan bicara dan tidak memotong pembicaraan. Hal-hal seperti itu penting dalam budaya komunikasi,” ujarnya.

Suko menambahkan, pendidikan keterampilan komunikasi yang santun, empatik, dan menghargai orang lain perlu diperkuat. Menurutnya, budaya komunikasi yang saling menghormati semakin dibutuhkan di tengah derasnya arus informasi dan dinamika ruang publik saat ini.

Ia berharap ISKI Jawa Timur dapat menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi komunikasi. Melalui forum tersebut, ISKI Jatim diharapkan mampu memperkuat tradisi komunikasi yang sehat serta memberi kontribusi terhadap pencerahan publik di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....