JSI Ambil 20 Sampel DNA Paus Sperma Jembrana
- 08 Mei 2026 16:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Tim medis dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) bergerak cepat melakukan investigasi mendalam terhadap bangkai paus sperma betina sepanjang 17 meter yang terdampar di Pantai Desa Nusasari, Bali. Di tengah kendala cuaca ekstrem dan gangguan warga, JSI memfokuskan upaya pada pengambilan data ilmiah untuk mengungkap misteri kematian mamalia raksasa tersebut.
Relawan medis JSI, drh. Abdullatif Muhammad, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi tanpa bukti kuat. Oleh karena itu, tim telah mengamankan lebih dari 20 jenis sampel dari tubuh paus tersebut, mencakup seluruh bagian krusial, mulai dari organ dalam hingga lapisan kulit terluar.
Seluruh sampel akan menjalani uji laboratorium komprehensif, termasuk tes DNA, guna membedah penyebab kematian secara patologis. Proses nekropsi sempat tertunda akibat pasang surut air laut dan hujan deras yang mengguyur lokasi hingga Rabu 6 Mei 2026 petang.
Secara klinis, drh. Abdullatif memaparkan dua teori utama terkait kematian paus tersebut yakni, Crush Syndrome: Tanpa daya apung air, gravitasi menarik organ dalam paus hingga mengalami kerusakan fatal akibat beban tubuhnya sendiri. "Kemudian yang kedua yakni tenggelam secara mekanis: Blow hole (lubang napas) yang kemasukan air saat terombang-ambing di perairan dangkal mengakibatkan paus kehilangan kemampuan bernapas," jelasnya.
Sangat disayangkan, proses ilmiah ini diwarnai aksi tidak terpuji oleh oknum tidak dikenal. Tim JSI menemukan bukti otentik adanya upaya perusakan dan percobaan pengambilan gigi paus secara paksa.
"Kami menemukan ada upaya-upaya mengambil gigi. Ada retakan dan bekas upaya pengambilan paksa," tegas drh. Abdullatif.
Guna mengantisipasi penjarahan daging maupun bagian tubuh lainnya, Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, telah menyiagakan personel untuk melakukan penjagaan 24 jam di lokasi kejadian hingga proses penguburan rampung dilakukan pada Jumat 8 Mei 2026 dini hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....