Sektor Pertanian, Kehutanan & Perikanan Dominasi Penyerapan Tenaga Kerja di Maluku
- 08 Mei 2026 09:10 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Struktur tenaga kerja di Provinsi Maluku hingga awal tahun 2026 masih didominasi oleh sektor primer yang menjadi tumpuan hidup masyarakat. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia mengungkapkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja terbesar mencapai 34,40 persen.
Posisi berikutnya disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi 13,13 persen serta sektor Industri di angka 11,97 persen. Sebaliknya, sektor pengolahan limbah dan aktivitas real estat mencatatkan angka penyerapan paling rendah, bahkan di bawah satu persen.
“Tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling rendah adalah penyediaan air, pengelolaan air limbah, penanganan limbah, dan remediasi sebesar 0,05 persen, aktivitas real estat sebesar 0,11 persen, dan penyediaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin sebesar 0,28 persen,” ujar Pattiwaellapia merincikan.
Dijelaskan, data Sakernas Februari 2026 menunjukkan mayoritas penduduk bekerja di Maluku berstatus sebagai buruh atau karyawan dengan persentase 31,89 persen. Sementara status pekerja bebas di sektor pertanian menjadi kelompok yang paling sedikit yakni 1,97 persen.
“Untuk status pekerja yang berusaha dengan bantuan buruh tidak tetap serta buruh tetap mengalami kenaikan dibandingkan periode tahun sebelumnya. Di sisi lain, penurunan terjadi pada kategori pekerja keluarga atau tidak dibayar yang merosot hingga 2,77 persen poin,” ucapnya.
Ditambahkan, hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 622.836 orang atau sekitar 65,52 persen penduduk di Maluku masih menggantungkan hidup pada sektor informal. Sementara untuk sektor formal mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,89 persen poin jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2025 lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....