Nilai Tukar Petani Maluku Juni 2026 Kembali Turun, Petani Alami Defisit
- 03 Jul 2026 16:41 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada Juni 2026 tercatat kembali mengalami penurunan sebesar 0,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia mengungkapkan bahwa angka NTP Maluku saat ini tercatat berada di level 92,68.
Kondisi angka NTP di bawah 100 ini menjadi alarm merah karena menandakan petani di Maluku sedang mengalami defisit atau merugi. Hal ini terjadi lantaran indeks harga hasil panen yang diterima petani jauh lebih kecil dibandingkan biaya produksi dan konsumsi rumah tangga yang harus mereka bayar.
“Secara nasional, pergerakan kesejahteraan petani bergerak variatif dengan 18 provinsi mengalami kenaikan dan 20 provinsi justru merosot. Provinsi Maluku harus puas berada di urutan ke-38 atau posisi terbawah dari seluruh provinsi di Indonesia, kata Pattiwaellapia.
Dijelaskan, penurunan NTP Maluku dipicu oleh laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 2,10 persen. Angka tersebut melompat lebih tinggi ketimbang kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian yang hanya mampu tumbuh 1,76 persen.
Sejumlah komoditas yang mendorong kenaikan It antara lain cabai rawit, kakao atau biji cokelat, pala biji, dan cabai merah. Sedangkan kenaikan Ib dipengaruhi oleh bawang merah, ikan cakalang, cabai rawit, dan ikan ekor kuning.
Dari sisi subsektor, tiga subsektor mengalami penurunan NTP yaitu tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat, dan peternakan. Sementara itu, subsektor hortikultura dan perikanan masih mencatatkan kenaikan NTP pada periode yang sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....