RRI Gelar UKWR di Banda Aceh, Dirut Tekankan Adaptasi Jurnalisme Digital

  • 08 Mei 2026 08:48 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Koordinator Wilayah Nusantara XVII Aceh menggelar kegiatan Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) Angkatan 32 jenjang muda di Auditorium Tuanku Mahmud RRI Banda Aceh, Jumat 8 Mei 2025. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8 hingga 9 Mei 2026.

Sebanyak 24 peserta mengikuti UKWR tersebut. Para peserta berasal dari RRI Banda Aceh, RRI Meulaboh, RRI Takengon, RRI Lhokseumawe, Studio Produksi Sabang, dan Studio Produksi Aceh Singkil.

UKWR Angkatan 32 jenjang muda menghadirkan sejumlah penguji, di antaranya anggota Dewan Pengawas RRI, Enderiman Butarbutar, Kepala RRI Denpasar Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya, Kepala RRI Meulaboh Haris Fadillah, serta Koordinator RRI SP Bengkalis Sri Mawarti.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kepala RRI Lhokseumawe Wenny Zulianti dan perwakilan Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) LPP RRI. Kegiatan UKWR dibuka langsung oleh Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo secara virtual melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Hendrasmo menegaskan pentingnya adaptasi RRI menghadapi disrupsi media dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat harus menjadi perhatian serius bagi insan penyiaran.

“Sekarang masyarakat lebih banyak berselancar di internet dan media sosial. Waktu mendengarkan radio hanya sekitar 31 menit per hari, sementara penggunaan internet bisa mencapai tujuh jam per hari. Karena itu, kita harus maju ke depan dan beradaptasi dengan memperkuat jurnalisme multiplatform,” ujarnya.

Ia mengatakan, tantangan hoaks dan derasnya arus informasi digital harus dijawab dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan RRI, baik wartawan maupun penyiar.

Menurut Hendrasmo, insan jurnalistik RRI dituntut mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, menarik, serta memenuhi standar jurnalistik. Selain itu, kemampuan menentukan nilai berita dan mengangkat peristiwa yang relevan bagi publik juga harus terus diperkuat.

“Tujuan kita adalah merebut atensi publik. Karena itu, newsroom RRI harus mampu menghadirkan berita yang menarik, baik di siaran radio, portal berita, maupun media sosial,” katanya.

Ia juga mengapresiasi sejumlah inovasi yang mulai dilakukan insan RRI dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung produksi siaran, seperti pembuatan mini drama dan berbagai produk konten lainnya.

“Informasi RRI harus tetap terpercaya, relevan, dan dibutuhkan masyarakat di tengah disrupsi media saat ini,” ucapnya.

Hendrasmo turut menyampaikan apresiasi kepada para penguji dan seluruh pihak yang terus mendukung peningkatan kualitas SDM RRI di tengah efisiensi anggaran.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Nusantara XVII sekaligus Kepala Stasiun LPP RRI Banda Aceh Muhsin Zein, SE mengatakan pelaksanaan UKWR merupakan tindak lanjut arahan Direktur Utama RRI terkait akselerasi penyelenggaraan uji kompetensi wartawan radio.

Menurutnya, UKWR menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas dan profesionalisme SDM jurnalistik di lingkungan RRI. “Melalui UKWR ini diharapkan lahir insan jurnalistik yang profesional, adaptif, dan kompetitif dalam menghadapi tantangan disrupsi media,” ujar Muhsin.

Ia berharap pelaksanaan UKWR dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas jurnalisme di lingkungan RRI, khususnya di wilayah Aceh.

Kegiatan UKWR ini turut didukung oleh RSU Hermina Aceh dan BSI KCP Simpang Surabaya Banda Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....