DLH Sintang Temukan 'Biang Kerok' Genangan Lintas Melawi
- 07 Mei 2026 15:20 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, SINTANG - Genangan air yang sempat mengganggu aktivitas warga di Jalan Lintas Melawi pada Jumat lalu ternyata bukan murni karena debit hujan yang tinggi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, menegaskan bahwa peristiwa tersebut adalah kondisi di mana air hujan terjebak dan tidak bisa lewat akibat buruknya infrastruktur saluran buang.
Guna mengurai persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang bersama warga menggelar kerja bakti massal dengan mengerahkan ekskavator mini dan dump truck pada Rabu, 6 Mei 2026. Dari hasil penelusuran tim di lapangan, terungkap bahwa drainase yang sejatinya cukup lebar dan dalam itu telah mengalami pendangkalan sangat ekstrem. Tumpukan lumpur dan sampah membuat sisa ruang air hanya berjarak sekitar sejengkal dari permukaan.
Lebih lanjut, Siti Musrikah membeberkan bahwa timnya berhasil melacak empat titik penyumbatan utama yang menjadi "biang kerok" macetnya aliran air. Titik paling krusial ditemukan di kawasan Gang Alpawi 2, di mana terdapat struktur gorong-gorong yang menghambat laju air.
"Ternyata titik awal penyumbatan ada di Gang Alpawi 2 dan di situ ada gorong-gorong yang arah masuknya lebar, keluarnya kecil. Dan tadi sudah kita hancurkan bangunan itu dan sekarang sudah berjalan lancar," ungkap Siti menjelaskan tindakan pembongkaran yang harus diambil.
Penelusuran terus berlanjut ke titik sumbatan kedua yang berada di dekat Pondok Lestari, tepatnya di depan area bengkel.
Untuk mengurai material penyumbat di lokasi ini, petugas harus melakukan penyemprotan menggunakan armada pompa dari Pemadam Kebakaran (Damkar). Sementara itu, titik ketiga ditemukan di depan Bengkel Satelit, dan titik keempat membentang dari depan Masjid Al-Amin hingga ke arah Toko Furniture Mewah dan Indomaret.
Mengingat volume lumpur dan sebaran titik sumbatan yang masif, Siti menyatakan bahwa pembersihan drainase di Lintas Melawi ini membutuhkan waktu ekstra.
"Ini belum selesai. Kami kerja rencananya besok disambung lagi, enggak akan mampu menyelesaikan hari ini," pungkasnya (arf)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....