Petani Tembakau Tegal Ikut Bimtek, Dorong Kualitas Hasil Panen
- 07 Mei 2026 08:18 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Tegal - Sebanyak 30 petani tembakau dari sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Tembakau angkatan IV di Gedung DPUPR Kabupaten Tegal. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai (5-7/5/2026) dengan dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Bimtek digelar melalui kolaborasi Balai Pelatihan Pertanian Jawa Tengah bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal. Kegiatan tersebut diikuti para petani dari sejumlah wilayah pengembangan tembakau di Kabupaten Tegal, seperti Kecamatan Bojong, Bumijawa, dan Batumirah.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Bumijawa, Taufik Andrian, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan petani terkait budidaya tembakau berkualitas. Para petani juga dikenalkan dengan standar bahan baku yang dibutuhkan industri.
“Tujuannya lebih ke pengetahuan petani bahwa tembakau itu bukan hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi pihak perusahaan juga membutuhkan bahan baku tembakau dari petani Kabupaten Tegal,” ujar Taufik.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik mulai dari pembibitan hingga pengolahan hasil panen dari narasumber terpilih. Petani tembakau juga dibekali dengan pemahaman mengenai standar kualitas tembakau yang dibutuhkan pabrikan.
Salah satu narasumber pelatihan, Khafid mengatakan para petani tembakau diajarkan teknik pembibitan yang baik agar hasil panen memenuhi spesifikasi industri. Menurutnya, pelatihan tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap petani tembakau.
“Dengan adanya pelatihan ini, petani merasa mendapat perhatian khusus dari pemerintah melalui dana bagi hasil cukai tembakau. Jadi ada sinergi antara kebutuhan petani dan dukungan pemerintah,” kata Khafid.
Khafid mengaku optimistis terhadap perkembangan tembakau di Kabupaten Tegal setelah kelompoknya meraih juara tiga kategori tembakau lembutan non-Temanggung dalam ajang PADI (Pekan Agro Digital dan Inovasi) Jawa Tengah. Ia menilai capaian tersebut menjadi motivasi bagi petani lokal untuk meningkatkan kualitas hasil panen.
Melalui bimtek tersebut, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas budidaya dan hasil produksi tembakau petani di Kabupaten Tegal. Melalui peningkatan kualitas sumber daya petani dan pengembangan komoditas tembakau, sektor perkebunan diharapkan semakin berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....