CSR IMIP Dorong Kemandirian Petani, Perkuat Ekonomi Lokal Morowali

  • 05 Mei 2026 19:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Morowali - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya petani lokal.

Melalui pendekatan berbasis keberlanjutan, IMIP tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan tata kelola yang bertanggung jawab dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem industri.

Head of Department CSR IMIP, Tommy Adi Prayogo, mengatakan penguatan ekonomi petani menjadi langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan sosial sekaligus membangun hubungan inklusif antara industri dan komunitas.

“Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari teknik budidaya, manajemen kelompok, hingga pemenuhan standar kualitas sesuai kebutuhan Central Kitchen kawasan,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menambahkan, program ini juga mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan serta efisien. Integrasi petani dalam rantai pasok industri dinilai mampu menghadirkan transparansi sekaligus kepastian pasar bagi hasil pertanian.

Hingga saat ini, dua kelompok tani telah bergabung sebagai pemasok, yakni Kelompok Tani Berkah Mombula dan Kelompok Tani Sukamaju. Sejak 2022, IMIP telah memberikan pelatihan pertanian terintegrasi serta pendampingan melalui penyediaan sarana, prasarana, dan akses pasar.

Kelompok Tani Berkah Mombula dengan 12 anggota mulai menjadi pemasok sejak 2023 dengan frekuensi pengiriman empat hingga lima kali per bulan. Sementara Kelompok Tani Sukamaju yang beranggotakan 23 orang mulai memasok sejak April 2025 dengan intensitas dua hingga tiga kali per bulan.

Secara kumulatif, Berkah Mombula telah menyuplai 40,28 ton komoditas hortikultura seperti cabai, sayuran hijau, dan tomat. Pendapatannya pun meningkat signifikan hingga mencapai Rp485,47 juta pada 2025, setelah melalui fase adaptasi pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kelompok Tani Sukamaju mencatat total pasokan 30,31 ton dengan nilai pendapatan sebesar Rp311,79 juta pada 2025, menunjukkan dampak ekonomi yang cepat dari integrasi pasar industri.

Tommy menegaskan, ke depan IMIP akan terus memperluas cakupan program dengan melibatkan lebih banyak kelompok tani, sekaligus memastikan praktik pertanian yang berkelanjutan dan sistem tata kelola yang transparan.

“Kami berharap kawasan industri ini dapat menjadi katalis dalam mendorong transformasi ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....