Tiga Amalan Kekal Jadi Bekal Kehidupan Akhirat
- 04 Mei 2026 18:54 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pagi akhir pekan terasa lebih bermakna dengan hadirnya pengingat tentang bekal kehidupan setelah dunia. Hal ini disampaikan dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu 3 Mei 2026, yang mengangkat tema “Tiga Amalan yang Pahalanya Kekal” bekerja sama dengan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI).
Program yang disiarkan pukul 06.00 WITA tersebut menghadirkan Ustazah Hj. Murtajiah, S.Th.I., M.Pd.I. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak hanya diukur dari panjang usia, melainkan dari amal yang terus mengalir pahalanya meski seseorang telah wafat.
Menurut Ustazah Jia, ada tiga amalan utama yang tidak terputus pahalanya, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. “Ketika manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yakni sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh,” ujarnya dalam siaran tersebut.
Beliau menjelaskan, sedekah jariah dapat berupa kontribusi nyata seperti pembangunan masjid, penyediaan air bersih, atau wakaf Al-Qur’an. “Selama itu dimanfaatkan, maka pahala akan terus mengalir, bahkan ketika kita sudah tiada,” katanya menambahkan.
Selain itu, ilmu yang diajarkan kepada orang lain juga menjadi amalan berkelanjutan. Setiap ilmu yang diamalkan kembali oleh orang lain akan menjadi pahala bagi pemberinya. “Mengajarkan hal sederhana seperti membaca Al-Qur’an pun bisa menjadi investasi pahala yang tidak terputus,” ucapnya.
Ustazah Jia juga menekankan pentingnya mendidik anak agar menjadi pribadi yang saleh. Menurutnya, doa anak kepada orang tua yang telah wafat menjadi salah satu amalan yang terus mengalir. “Inilah mengapa peran orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai agama sejak dini,” katanya.
Dalam sesi interaktif, Ustadjah Jia turut menjawab pertanyaan Abah Sofyan dari Pelaihari terkait keberlanjutan pahala dari amal jariah, termasuk wakaf yang mengalami perubahan atau kerusakan. Ia menegaskan bahwa niat baik menjadi dasar utama yang dinilai oleh Allah SWT.
“Pahala adalah urusan Allah. Selama niat awalnya baik dan untuk kebaikan, insyaAllah tetap mengalir, meskipun bentuk fisiknya sudah berubah,” katanya sekaligus memberi pesan diakhir siaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....