Cegah Adiksi Gawai, Wawali Palu Dorong Perbanyak Pojok Literasi

  • 04 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Walikota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mendukung penuh upaya perlindungan anak di ruang digital melalui impelementasi Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025. Beberapa platform turut menyatakan persetujuan terhadap regulasi ini dengan membatasi pengguna dibawah enam belas tahun sebagai langkah proteksi dini.

Imelda menilai, langkah ini sudah tepat, berkaca pada kondisi saat ini di mana anak-anak banyak menghabiskan waktu dengan berselancar di media sosial. Ia menyoroti fenomena anak-anak yang kerap menjadikan media sosial sebagai rujukan utama informasi, meski kebenarannya belum diverifikasi kembali.

"Mencari literasinya di Tiktok, belum tentu semua yang kita dapatkan di internet dan media sosial itu bencar," ucap Imelda saat ditemui seusai meresmikan Perpustakaan dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Cahaya Pesisir, Sabtu 2 Mei 2026.

Untuk itu, guna mendukung pembatasan adiksi gawai pada anak, ia mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mendirikan lebih banyak pojok literasi di lingkungan masyrakat. Imelda menegaskan bahwa penciptaan lingkungan yang edukatif bagi generasi muda merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen kota.

"Kita beraharp agar camat, lurah, RT, RW, semua bergerak bersama masyarakat. Kita harus ciptakan bahwa ini kota kita bersama, sehingga kota ini akan berkembang dan menjadi lebih baik ke depannya" tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Pembina Saungo Mpo Oja, Mustika Sari, mengungkapkan bahwa pendirian Perpustakaan dan TPQ Cahaya Pesisir didasari dari keresahan terhadap tingginya penggunaan gawai di kalangan anak-anak di sekitarnya. Ia menyebut, hal tersebut berpengaruh terhadap minat mereka untuk menjalin komunikasi dengan orang tua dan lingkungan.

"Mereka lebih fokus ke gadget dengan gimnya, dan terkadang emosi ketika diganggu," ujarnya.

Untuk itu, hadirnya ruang literasi tersebut diharapkan dapat minat baca anak dapat kembali tumbuh. Ia pun mengajak masyarakat Tondo untuk mendorong anak-anaknya berkunjung ke pojok literasi tersebut dan membaca koleksi buku yang telah tersedia.

"Kami mengajak masyarakat di Kelurahan Tondo untuk mengajak dan menemani anak-anaknya datang ke sini, mungkin 15 sampai 30 menit saja. Kita paparkan mereka dengan buku-buku bacaan yang ada," kata Mustika mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....