Sampah jadi Tantangan Serius, UMY Lakukan ini
- 04 Mei 2026 10:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sempat mengalami persoalan, dalam mengelola sampah dari berbagai aktivitas di kampus. Selama 28 tahun, mereka belum mampu mengelola sampah secara mandiri.
Selama waktu tersebut, UMY bergantung pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul dan vendor swasta, untuk mengangkut sampah dari area kampus menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Sebab, lokasi kampus tersebut di kawasan Tamantirto, Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul.
Namun, penutupan TPS Piyungan saat terjadi darurat sampah di Yogyakarta menjadi titik balik bagi manajemen UMY. Kesadaran untuk mengelola sampah secara mandiri, muncul demi menjaga komitmen sebagai Green Campus.
Direktur Direktorat Operasi dan Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Dr. Surya Budi Lesmana mulai menyadari jika kampus tidak bisa terus bergantung pada pihak luar. Maka, UMY berkomitmen mengurangi dan mengolah sampah secara mandiri.
”Maka sejak Desember 2024, UMY mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Mandiri (TPSM),” ucapnya, Senin, 4 Mei 2026. ”Langkah nyata ini menjadi strategi utama, untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah kampus yang berkelanjutan.”
Melalui fasilitas TPSM, UMY menerapkan sistem pemilahan sampah yang lebih disiplin. Sampah yang berhasil dikumpulkan, dikelompokkan menjadi dua kategori besar, untuk kemudian diolah kembali sesuai jenisnya.
Sampah organik seperti sampah dedaunan diolah melalui proses pencacahan mesin. Setelah itu, material difermentasi menjadi kompos selama 30-35 hari, dan hasilnya digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan kampus.
Kemudian untuk sampah anorganik berupa material bernilai ekonomi seperti kertas dan plastik dipilah untuk dijual kembali. Sedangkan sampah residu, dihancurkan menggunakan incinerator bersuhu tinggi dengan sistem penyaringan emisi yang aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....