Cegah Buang Sampah hingga Limbah, Pemkot Yogyakarta Siapkan Patroli Perahu
- 15 Jun 2026 10:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta akan menyiagakan patroli menggunakan perahu untuk memastikan tidak ada lagi limbah maupun sampah yang dibuang ke sungai yang mengalir ke wilayahnya. Komitmen Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo ini ditegaskan dengan uji coba menaiki perahu mesin atau motor tempel di Sungai Winongo pada Kamis, 12 Juni 2026 di wilayah Ngampilan.
Hasto mengatakan, tahap awal perahu mesin tempel akan digunakan untuk patroli kebersihan Sungai Winongo, baik untuk mengontrol kebersihan hulu dan hilir Sungai Winongo di wilayah Kota Yogyakarta, terutama dari sampah maupun limbah berbahaya yang mungkin dibuang ke sungai. Menurutnya, uji coba ini untuk memastikan perahu bisa bergerak lancar di Sungai Winongo.
“Untuk mengontrol supaya orang-orang yang membuang sampah mungkin juga limbah berbahaya (ke Sungai Winongo) bisa kita patroli dengan dengan perahu," katanya.
Hasto mengungkapkan, dalam patroli menjaga sungai bersih di Kota Yogyakarta, Pemkot akan bersinergi dengan berbagai pihak. Langkah ini diharapkan, semakin banyak elemen masyarakat yang peduli terhadap potensi yang dimiliki Yogyakarta ini.
"Mahasiswa mau saya ajak, kita gerakan mahasiswa KKN dengan tematik sungai dan mahasiswa pencinta alam ramai-ramai turun ke sungai tapi ada perahunya. Sambil jalan setelah itu, mungkin satu dua ada ada wisatawan yang bisa ikut menikmati sungai di Kota Yogyakarta, sambil bersih-bersih kemudian akhirnya kita bisa nikmati,” ucapnya.
Terkait uji coba Hasto menyusuri Sungai Winongo menggunakan perahu motor tempel tepatnya di selatan Jembatan Serangan ke arah utara sampai bawah jembatan, kemudian ke arah selatan dan kembali lagi. Selain petugas yang mengoperasikan motor tempel, juga dibantu dengan dayung dan tali untuk menarik perahu berbahan kayu.
Hasto menilai, mesin tempel yang digunakan dalam uji coba itu kurang cocok dengan kondisi Sungai Winongo yang dangkal, karena biasanya mesin tempel yang digunakan ini untuk jenis speedboat kecil. Sehingga mesin tempel untuk perahu ketinting di Kalimantan akan lebih cocok digunakan di Sungai Winongo.
Hasto menceritakan dulu saat bertugas sebagai dokter puskesmas di daerah pedalaman di Kalimantan pernah menaiki perahu ketinting dengan mesin tempel serta kondisi sungai kecil dan dangkal.
"Belum cocok dengan sungainya. Jadi saya akan memilih mencari seperti ketinting itu yang cocok untuk sungai yang tidak terlalu dalam. Kalau perahunya sudah cocok kalau menurut saya, cuma tinggal mesinnya saja yang nanti kita sesuaikan, ini masih kita pelajari. Saya mungkin kalau di sini nggak ada, terpaksa beli di Kalimantan,” ujarnya.
Sementara itu Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan, Anif Luhur Kurniawan menyampaikan, penyediaan sarana perahu itu dikoordinasi di bawah Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Pemkot Yogyakarta Wahyu Hendratmoko. Menurutnya, kegiatan bersih-bersih susur sungai ini merupakan rangkaian kegiatan Winongo Art Festival, yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026.
"Ini dicoba biar langsung kita ada kebiasaan, bahwa kita tuh ngresiki kali (membersihkan sungai) itu kebiasaan dan betul-betul kita rutinkan. Nah, ini masuk uji coba dan kita juga terima kasih kepada Pak Wali yang mendukung banget. Harapannya kebiasaan ini kita lanjutkan setelah event, garapannya setelah nanti itu tidak hanya susur sungai tapi ada magnet baru, misal anak-anak ingin numpak (naik) perahu, jadi destinasi baru dan UMKM, jadi payu (laku)," ujarnya, menyebutkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....