Gubernur Sherly Hadirkan Pendidikan Jarak Jauh untuk Siswa Kepulauan

  • 03 Mei 2026 17:42 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai solusi pemerataan akses pendidikan menengah di wilayah kepulauan. Peluncuran dilakukan langsung Gubernur Sherly Tjoanda di Sofifi, Sabtu 2 Mei 2026.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan program ini dihadirkan untuk menjawab persoalan keterbatasan akses sekolah, khususnya bagi lulusan SMP yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang SMA karena ketiadaan sekolah di wilayahnya.

Menurutnya, tantangan geografis Maluku Utara sebagai daerah kepulauan membuat akses pendidikan belum merata dan membutuhkan terobosan konkret.

“Kita menyadari bahwa Maluku Utara sebagai kepulauan memiliki banyak tantangan. Akses yang belum merata, kualitas yang belum setara, dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masa depan yang masih perlu kita kejar bersama,” ujar Sherly.

Program PJJ akan mulai diterapkan pada 2026 di tiga kabupaten, yakni Halmahera Timur, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai.

Melalui skema ini, siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan mendaftar di SMA induk terdekat di kabupaten masing-masing, tanpa harus meninggalkan desa atau pulau tempat tinggal mereka.

Proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan dukungan teknologi, namun tetap dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka. Guru dari sekolah induk akan melakukan kunjungan berkala untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sarana penunjang seperti komputer serta memanfaatkan infrastruktur sekolah yang sudah ada, seperti SD dan SMP, sebagai pusat belajar.

“Dan kita menyiapkan komputer, kita akan menggunakan infrastruktur dari SD atau SMP sehingga mereka tetap bisa mendapatkan akses pendidikan, bisa tetap mengikuti ujian nasional, dan pada akhirnya bisa tetap mendapatkan ijazah SMA tanpa harus keluar dari desa atau pulau mereka,” ucapnya.

Melalui program ini, Pemprov Maluku Utara berharap dapat menekan angka putus sekolah sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih adil bagi seluruh anak, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan.

Program PJJ menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal pendidikan akibat keterbatasan akses geografis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....