Akhir April Bali Diguncang Puluhan Gempabumi Dangkal
- 03 Mei 2026 10:07 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Puluhan gempabumi yang didominasi gempabumi dangkal kembali mengguncang Pulau Dewata dan wilayah sekitarnya sepanjang akhir April 2026. Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, daerah Bali dan sekitarnya dilanda 50 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 0.7 sampai 3.6.
PMG Ahli Pertama, Stasiun Geofisika Denpasar Ari Sucipto, S.Tr Geof kepada RRI di Denpasar mengatakan, dari puluhan gempabumi tersebut, didominasi gempa dengan magnitudo kurang dari 3 sebanyak 49 kejadian atau 98 persen dari total kejadian gempabumi. Sedangkan gempa bermangnitudo 3 sampai kurang dari 5 sejumlah 1 kejadian atau 2 persen dari total kejadian gempabumi dan nihil gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.
“Stasiun Geofisika Denpasar mencatat puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya yang didominasi gempa dangkal. Puluhan gempabumi yang terjadi sepanjang akhir bulan April itu berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan aktivitas sesar aktif,” ujarnya
Sementara berdasarkan kedalaman gempa, Ari Sucipto mengungkapkan, gempabumi yang mendominasi merupakan gempabumi dangkal kurang dari 60 km sebanyak 82 persen dari total kejadian gempabumi.
“Gempabumi dangkal sebanyak 41 kejadian, 9 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 18 persen dari total kejadian gempabumi, dan nihil gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km. Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah bali dan sekitarnya,” tuturnya.
Stasiun Geofisika Denpasar juga mencatat sumber terjadinya puluhan gempa bumi dangkal sepanjang akhir April 2026. Sebanyak 24 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 26 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok yang berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif.
Masyarakat diimbau mengupdate informasi dan sumber terpercaya, karena hingga kini gempabumi belum bisa diprediksi. Karena itu diperlukan sosialisasi dan simulasi untuk menghadapi gempabumi untuk meminimalisir kerugian materiil dan korban jiwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....