Strategi Digitalisasi Peternakan: Perluas Jangkauan dan Efisiensi Transaksi

  • 02 Mei 2026 04:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Digitalisasi dalam sektor peternakan merupakan transformasi fundamental dari pola pemasaran konvensional menuju penggunaan teknologi digital untuk efisiensi rantai pasok. Di era saat ini, adopsi teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi para peternak lokal.

“Kalau kita berbicara dengan pemasaran, pasti kita akan berbicara bagaimana produk itu kita jual, kita pasarkan, kita perkenalkan. Waktu yang memaksa dia untuk masuk ke sana, ke era digitalisasi ini. Apa sebenarnya yang harus kita lakukan? Memang sekarang semua produk-produk peternakan itu bisa kita peroleh dengan menggunakan saluran-saluran digitalisasi ini” jelas Rusdianto, Pejabat Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulsel. Sabtu, 02 Mei 2026.

Digitalisasi mengubah pola pemasaran peternakan dari transaksi tatap muka menjadi berbasis teknologi. Perubahan ini memberikan dampak positif bagi peternak dan konsumen karena mampu memutus rantai pasok yang panjang, sehingga proses jual-beli menjadi lebih efisien dan menguntungkan kedua belah pihak.

Rusdianto mengungkapkan melalui platform digital, produsen dapat terhubung langsung dengan konsumen, yang secara efektif memutus rantai distribusi yang terlalu panjang dan sering kali didominasi oleh tengkulak. Pemerintah melalui stakeholder memberikan jaminan akses informasi kepada masyarakat terkait platform yang digunakan untuk belanja barang maupun jasa secara digital.

Pemasaran berbasis digital memiliki berbagai keuntungan, diantaranya adanya transparansi harga kepada konsumen. Akses informasi yang terbuka mencegah praktik spekulasi harga sehingga konsumen mendapatkan harga yang adil dan peternak memperoleh margin yang lebih baik.

“Tujuannya digitalisasi itu pasti dia akan memberikan sebuah kesempatan, memperluas jangkauan pasar, Pasar yang luas itu pasti memberikan efek terhadap produsen, kepada konsumen juga. Kemudian, kita juga pasti akan nanti mengurangi ketergantungan dengan tengkulak-tengkulak ataupun siapapun namanya,” jelas Rusdianto.

Melalui digitalisasi, dapat memperluas jangkauan pasar seperti produk hewan kurban, hingga hasil olahan lainnya, kini dapat diakses hanya melalui perangkat selular. Selain itu, terjadi efisiensi transaksi dengan pergeseran belanja dari tunai ke system non tunai (QRIS/Transfer) yang dapat mempercepat proses transaksi jual-beli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....