Makna Kartini di Era Digital

  • 30 Apr 2026 11:19 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Jaman dahulu kartini sebatas perempuan yang tidak boleh sekolah, dipingit, dan tidak boleh menyampaikan ide di depan umum. Dalam QS. AL Baqarah ayat 257 disebutkan : Allah itu sebagai pelindung, sebagai wali untuk orang-orang yang beriman. Agar keluar dari kegelapan kepada cahaya. Ayat ini menjadi acuan jika kaum perempuan ingin keluar dari kegelapan dan kebodohan menuju terang.

“Kartini berjuang lewat pena. Di jaman sekarang, kita berjuang lewat konten kebajikan melalui status, tweet atau mungkin video pendek.” ujar Ustadzah Misma dalam Mutiara Pagi di Pro 1 Kamis, 30 April 2026 pagi. Semangat kartini yang bisa dilakukan di era digital adalah literasi digital. Seperti firman Allah dalam Surat Al Alaq : Iqro’ yang artinya bacalah. Membaca disini yang dimaksud kartini masa kini harus memastikan informasi apapun jelas sumbernya.

Selanjutnya adalah tabayyun. Harus senantiasa meneliti apapun info yang diterima. Fakta ataukah sekedar hoaks. Emansipasi digital kini bisa dilakukan secara sederhana, misal perempuan bisa jualan online sambil mengasuh anak. Seorang ibu bisa membuat konten parenting dengan dilandasi Alquran dan As-Sunnah.

Misma juga menambahkan info yang bisa dishare kartini masa kini hendaknya dalam konteks dakwah. Bukan flexing dengan aura kecantikan demi tambahnya follower atau live TikTok joget-joget sampai lupa waktu. “Menurut saya itu tentu bukan emansipasi. Tapi itu eksploitasi diri.” tambah Misma.

Kartini juga mengajarkan kepada suami untuk mendukung istri. Di era digital, dukungan kepada istri bukan sekedar mengisi pulsa atau kuota, tetapi menemani saat membuat konten positif. Ikut serta dalam hal pengasuhan anak.

Misma menekankan madrasah utama anak adalah di rumah. Sekolah pertama dimulai dari rumah, sehingga seorang ibu juga berperan sebagai pendidik dan pendamping belajar anak.

Di era digital, terapkan adab sebelum gadget. Misal membuat peraturan untuk anak bahwa boleh memegang gadget jika sudah membaca satu halaman Alquran. Seorang ibu harus menjadi teladan bagi anaknya. Penting diperhatikan juga etika bermedsos. Jangan sampai menulis komentar yang menyakiti hati orang lain. Misma juga berpesan kelak tangan dan jari manusia akan dihisab ketika di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....