ASN Didorong Fokus Beri Dampak Nyata ke Publik
- 21 Jun 2026 07:59 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk terus beradaptasi dengan perubahan pola kerja di era digital melalui orientasi kerja yang tidak lagi berfokus pada kehadiran fisik, melainkan pada kontribusi dan dampak nyata yang dihasilkan. Hal tersebut disampaikan dalam Webinar ASN Belajar Seri 20 Tahun 2026 bertajuk “Paradigma Baru Manajemen ASN 2026: Mengubah Kehadiran Fisik Menjadi Kontribusi dan Dampak Nyata” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan Youtube pada Kamis, 18 Juni 2026.
Webinar menghadirkan Wahyu Firdaus, pejabat di lingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang membidangi pengelolaan sistem informasi dan layanan digitalisasi manajemen ASN. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan pentingnya transformasi manajemen ASN yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis hasil kerja.
Menurut Wahyu Firdaus, perubahan dunia kerja saat ini menuntut ASN untuk meninggalkan paradigma lama yang hanya menekankan kehadiran dan proses kerja. Sebaliknya, ASN perlu berorientasi pada keluaran dan dampak yang diberikan kepada organisasi dan masyarakat. Pergeseran tersebut sejalan dengan tren global, mulai dari bekerja kapan saja, bekerja dari mana saja, hingga berfokus pada output dan pembelajaran yang adaptif.
Dalam paparannya, Wahyu menegaskan bahwa transformasi manajemen ASN tidak dapat dilepaskan dari kemampuan individu untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. “Kehadiran fisik tidak lagi menjadi ukuran utama kinerja. Yang terpenting adalah kontribusi, produktivitas, dan dampak nyata yang dapat diberikan ASN melalui pekerjaannya,” ujarnya dalam webinar tersebut.
Wahyu Firdaus juga menjelaskan bahwa evolusi dunia kerja menuntut ASN untuk mengubah cara pandang terhadap pekerjaan. Jika sebelumnya pekerjaan identik dengan jam kerja tetap, kantor fisik, dan penggunaan fasilitas kantor, ke depan pola kerja akan semakin fleksibel, memungkinkan ASN bekerja kapan saja, dari mana saja, dan menggunakan berbagai perangkat yang mendukung produktivitas. Selain itu, fokus kerja bergeser dari sekadar menjalankan proses menuju pencapaian hasil dan dampak, disertai budaya berbagi informasi, kolaborasi, serta pembelajaran adaptif secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya filosofi bekerja 3H, yaitu bekerja sepenuh hati, dari hati, dan berhati-hati. Filosofi tersebut mengandung makna bahwa ASN harus bekerja dengan semangat tinggi, tulus dan ikhlas, serta cermat dan penuh kewaspadaan dalam menjalankan tugas untuk menghasilkan kinerja yang optimal dan berkualitas.
Berdasarkan materi yang dipaparkan, penerapan nilai-nilai tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas, menghasilkan pekerjaan yang lebih baik, memberikan kepuasan diri, serta mempererat hubungan dengan rekan kerja dan pimpinan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya kerja ASN yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....