Banyumas Surplus Pangan, Siap Dukung Lumbung Pangan Jateng
- 28 Apr 2026 09:38 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kabupaten Banyumas dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kab. Banyumas, Yusuf Khanafi, SP.
Yusuf menjelaskan, produksi tanaman pangan di Banyumas, khususnya komoditas padi, saat ini sudah berada pada kondisi surplus. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, hasil produksi beras di Banyumas dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal.
“Kalau dihitung dari jumlah penduduk dan produksi, Banyumas sudah surplus sekitar 79 ribu ton per tahun. Artinya, secara mandiri sebenarnya sudah mencukupi,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Banyumas tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan sendiri. Produksi pangan dari daerah ini juga diharapkan dapat membantu wilayah lain yang memiliki keterbatasan lahan atau produksi.
“Yang membutuhkan pangan tidak hanya Banyumas, tetapi juga daerah lain. Jadi kita tidak bisa berpikir sendiri, harus tetap meningkatkan produksi,” katanya.
Dalam mendukung ketahanan pangan, komoditas padi menjadi andalan utama. Selain sebagai kebutuhan pokok, padi juga memiliki nilai strategis baik dari sisi ekonomi maupun psikologis masyarakat.
“Beras itu memberi rasa aman. Bagi masyarakat, punya stok beras di rumah itu menenangkan, meskipun harga komoditas lain tinggi,” ucap Yusuf.
Untuk meningkatkan produktivitas, Dinas Pertanian Banyumas menerapkan berbagai strategi. Di antaranya menjaga kesuburan tanah, memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi, serta meningkatkan infrastruktur pengairan.
Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan terhadap risiko pertanian seperti kekeringan, banjir, hingga serangan hama dan penyakit tanaman. Namun, upaya tersebut tidak lepas dari sejumlah tantangan.
Yusuf mengungkapkan, penurunan kesuburan tanah menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi. Selain itu, minimnya tenaga kerja muda di sektor pertanian juga menjadi kendala serius.
“Petani saat ini mayoritas sudah berusia lanjut. Generasi muda masih kurang tertarik terjun ke sektor pertanian,” katanya.
Ke depannya, Dinas Pertanian berharap semakin banyak anak muda yang mau terlibat dalam dunia pertanian. Kehadiran petani muda dinilai penting untuk mendorong adopsi teknologi modern, seperti penggunaan alat mesin pertanian hingga drone.
“Dengan petani muda, inovasi akan lebih mudah diterapkan, termasuk dalam pemasaran yang lebih modern sehingga bisa memotong rantai distribusi dan meningkatkan keuntungan petani,” ujarnya.
Dengan potensi surplus yang dimiliki serta berbagai strategi yang terus dikembangkan, Banyumas optimistis dapat berperan lebih besar sebagai penopang ketahanan pangan di Jawa Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....