PMI Kerahkan 35 Petugas Tangani Kecelakaan KRL Bekasi Timur

  • 28 Apr 2026 06:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Palang Merah Indonesia atau PMI wilayah DKI Jakarta mengerahkan 35 petugas medis untuk menangani kecelakaan kereta rel listrik di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 malam. Upaya ini dilakukan bersama tim gabungan untuk mempercepat evakuasi dan penanganan korban dalam kecelakaan kereta hari ini.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto, mengatakan seluruh personel telah tiba di lokasi hingga pukul 23.39 WIB. Ia menyebut kehadiran PMI merupakan bentuk komitmen dalam memberikan layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

"Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung dan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Gulkarmat, PMI, serta unsur terkait lainnya," ujar Budhi Pranoto.

Dalam operasi tersebut, PMI mengerahkan enam unit ambulans dan tujuh unit mobil jenazah untuk mendukung evakuasi korban kecelakaan kereta. Selain itu, dua unit Unit Reaksi Cepat juga diterjunkan guna mempercepat mobilitas layanan di lapangan.

Budhi menjelaskan seluruh petugas berasal dari PMI Provinsi DKI Jakarta serta PMI kota di wilayah Jakarta. Ia menegaskan setiap personel memiliki keahlian di bidang pertolongan pertama dan penanganan kegawatdaruratan.

Sementara itu, melalui akun media sosial, PT Kereta Api Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas insiden di Stasiun Bekasi Timur yang berdampak pada perjalanan kereta api. Perusahaan memfokuskan upaya pada evakuasi penumpang dan awak sarana dengan prioritas utama keselamatan.

"Kami memfokuskan penanganan pada evakuasi penumpang dan korban serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait di lapangan," kata pernyataan resmi PT Kereta Api Indonesia. Perusahaan juga berjanji akan memberikan informasi terbaru secara berkala.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan kereta bermula ketika kereta rel listrik mengalami gangguan usai tertemper kendaraan di perlintasan. Rangkaian yang berhenti kemudian tertabrak kereta jarak jauh yang melintas di jalur yang sama.

Sebanyak lima orang meninggal dunia, dan tiga penumpang masih terjepit saat petugas tim SAR gabungan menerapkan skema bergantian untuk menyelamatkan korban dengan memotong besi rangkaian gerbong KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, pada Selasa pagi 05.53 WIB, seperti diberitakan kantor berita Antara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....