Hadapi Kemarau, Perhiptani Jateng Minta Petani Terapkan Strategi Mitigasi Pangan
- 27 Apr 2026 15:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Persatuan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Jawa Tengah mendorong petani melakukan mitigasi pangan guna mengantisipasi dampak musim kemarau. Mitigasi pangan ini bertujuan untuk meminimalisasi kerugian gagal panen akibat musim kemarau.
Ketua Perhiptani Jawa Tengah, Warsana mengungkapkan, strategi mitigasi pangan yang bisa dilakukan yaitu mulai dari hulu, tengah hingga hilir. Mitigasi hulu, dapat dilakukan dengan penyesuaian pola tanam, penggunaan varietas tahan kekeringan dan optimalisasi sumber air dengan memanfaatkan pompanisasi.
“Optimalisasi ini juga ada pemanfaatan embung dan sumur dangkal, kemudian irigasi hemat air. Mitigasi di hulu ini yang penting juga adalah konservasi air antara lain, yaitu pemanfaatan Mulsa untuk menjaga kelembaban atau model pengolahan tanah minimum,” kata Warsana, Senin, 27 April 2026.
Sementara, Mitigasi Tengah merupakan monitoring tanaman secara berkala, pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan asuransi usaha tani untuk mengurangi resiko kegagalan. “Kita harapkan jangan sampai mengalami kerugian yang besar,” ucapnya.
Lebih lajut Warsana menerangkan, mitigasi di hilir dapat dilakukan dengan cara penguatan cadangan pangan. “Yang tidak kalah pentingnya para petani perlu melakukan persiapan atau persediaan lumung pangan masyarakat untuk menguatkan cadangan pangan,” ujarnya.
Tak kalah pentingnya, yaitu stabilisasi distribusi pangan ke daerah utamanya daerah-daerah yang rawan pangan. “Biasanya daerah-daerah yang kekeringan lebih awal, tentu perlu diperhatikan dan yang perlu diperhatikan juga adalah pengendalian harga pangan,” ucap Warsana.
Selain itu, menurut Warsana, diversifikasi pangan juga menjadi bagian penting. “Artinya masyarakat jangan hanya mengandalkan pangan beras, tetapi bagaimana agar masyarakat juga memberdayakan pangan lokal seperti dari jagung dan ubi-ubian,” katanya.
Ia menegaskan peran penyuluh pertanian memiliki peran startegis, salah satunya adalah peran sebagai fasilitator. “Penyuluh harus selalu mendampingi petani dalam penerapan teknologi yang adaptif, artinya petani harus selalu mendapatkan informasi terkini, termasuk soal cuaca,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....