Penguatan Rantai Pasok dan Literasi Keuangan Dorong Kopi Buleleng Naik Kelas
- 26 Apr 2026 13:42 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Buleleng – Langkah strategis memperkuat kapasitas petani dan pelaku usaha kopi terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing di pasar serta menghadapi tantangan produksi. Hal ini terwujud dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program PM-UPUD bertema “Penanganan Pascapanen Kopi Melalui Aplikasi Coating Berbasis Konsep Zero-Waste untuk Mendukung Green Economy” yang dilaksanakan di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu 25 April 2026.
Kegiatan yang didanai Program Pengabdian Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI ini menghadirkan Akademisi sekaligus Dekan Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa. Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si menekankan penguatan sektor kopi harus dimulai dari hulu yang tangguh. Materi difokuskan pada strategi ketersediaan bahan baku alternatif sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi risiko gangguan produksi akibat cuaca ekstrem.
"Penting bagi petani untuk memiliki wawasan mengenai diversifikasi sumber bahan baku dan langkah antisipatif guna menjaga keberlanjutan produksi kopi, terutama di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi saat ini," ujar Prof. Suriati.
Mengenai tata kelola bisnis, Prof. Luh Suriati menjelaskan profesionalisme manajemen internal sangat menentukan umur panjang sebuah usaha. Kegiatan ini membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) yang mencakup perencanaan produksi, pencatatan keuangan, pola manajemen organisasi, serta strategi distribusi produk untuk meningkatkan omzet penjualan.
"Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha kopi untuk lebih profesional dan berkelanjutan dalam mengelola bisnisnya," tambahnya.
Selain aspek teknis, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif terkait strategi pemasaran dan pengelolaan usaha. Materi ini meliputi teknik pemasaran, penentuan harga jual produk yang tepat, analisis target konsumen, hingga pengelolaan permodalan dan arus kas (cash flow).
Sebagai upaya modernisasi, pemanfaatan teknologi digital seperti marketplace, website, dan media sosial turut diperkenalkan sebagai sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar. Pendekatan zero-waste melalui aplikasi coating yang diusung dalam program ini menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan green economy di sektor pertanian.
Melalui sesi berbagi pengalaman dengan pelaku industri, para petani mendapatkan gambaran nyata mengenai dinamika pasar dan pentingnya menjaga kualitas produk. Dengan sinergi antara inovasi ramah lingkungan dan literasi keuangan, masyarakat Desa Wanagiri diharapkan mampu mengembangkan usaha kopi yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....