Jaya Negara–Arya Wibawa Terima Aspirasi BEM se-Kota Denpasar

  • 24 Apr 2026 17:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar membuka ruang kritik terbuka bagi mahasiswa saat Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa menerima langsung aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Denpasar dalam forum Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma, Jumat 24 April 2026. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik, saran, hingga evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Denpasar.

Kegiatan yang dihadiri 22 BEM perguruan tinggi tersebut juga dihadiri jajaran perangkat daerah terkait, Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, serta unsur komunitas masyarakat. Dalam forum tersebut, mahasiswa secara bergantian menyampaikan berbagai isu perkotaan, mulai dari penanganan sampah, banjir, tata ruang, kekerasan seksual, hingga transparansi kebijakan publik.

Presiden BEM Universitas Mahasaraswati, Gede Erawan Kusuma Putra Widana, menegaskan bahwa persoalan kota tidak hanya berkutat pada sampah, tetapi juga menyangkut tata kelola ruang dan isu sosial lainnya yang perlu dibenahi secara menyeluruh. “Keterbukaan informasi publik juga penting agar masyarakat dapat mengawasi kebijakan pemerintah secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden BEM Universitas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa, menyoroti perlunya reformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih transparan dan berbasis teknologi. Ia juga mendorong penguatan TPS3R serta keterlibatan komunitas lingkungan dan mahasiswa dalam pengelolaan sampah.

“Kami ingin setiap kebijakan dapat diawasi secara terbuka oleh publik, termasuk mahasiswa,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran dari mahasiswa. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan kota.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik, saran, dan kajian dari mahasiswa untuk kemajuan Kota Denpasar,” ujarnya.

Terkait penanganan sampah, Jaya Negara menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar saat ini fokus pada penguatan sistem dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan berbasis sumber melalui teba modern dan komposter, optimalisasi TPS3R, hingga pengelolaan TPST dan pengiriman residu ke TPA Suwung. Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung sistem tersebut, terutama dalam pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat sumber.

“Peran masyarakat sangat penting, sambil kita menunggu operasional PSEL pada 2027 mendatang,” jelasnya.

Selain itu, Jaya Negara menegaskan bahwa seluruh masukan mahasiswa terkait tata ruang, banjir, kekerasan seksual, hingga keterbukaan informasi publik akan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi dan penguatan program pemerintah. “Saran dan masukan mahasiswa sangat kami perlukan untuk menyempurnakan program pembangunan yang berkelanjutan di Kota Denpasar,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....